Loading

Menuju Tahun 2030, Dewan Pakar DPP LSM GMBI Rekomendasikan Naskah Kajian Tranformasi Organisasi


Penulis: Dadan Supardan
1 Bulan lalu, Dibaca : 380 kali


Dewan Pakar DPP LSM GMBI


BANDUNG, medikomonline.com – Dewan Pakar DPP LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Sabtu, 12 Desember 2020, merekomendasikan sejumlah pokok-pokok pemikiran bagi organisasi. Tujuannya agar LSM GMBI tak henti berkembang dan memiliki daya/kekuatan menyesuaikan diri dengan zaman dan situasi apapun.

Naskah Kajian produk Dewan Pakar yang difinalisasi di Hotel Citarum Bandung ini, akan direkomendasikan kepada DPP (Ketua Umum) untuk diplenokan dalam Rakernas LSM GMBI yang rencananya diselenggarakan awal Januari tahun 2021 mendatang.

LSM GMBI didirikan dan dinakhodai oleh M Fauzan Rachman dengan visi menjadikan organisasi sebagai garda terdepan dalam social control di skala nasional untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak hanya besar dalam jumlah anggota, militansi, serta kuatnya daya aksi lapangan yang harus kami miliki. Tapi juga kapasitas intelektual, daya lentur terhadap zaman, dan tak ada kata selesai dalam mengembangkan organisasi. Itu adalah evolusi alamiah dan keniscayaan suatu organisasi jika ingin tetap established,” ujar Giri MQ, salah satu anggota Dewan Pakar menjelaskan seperti dikutip medikomonline.com dari hasanah.id.

Dewan Pakar DPP GMBI dinaungi oleh sejumlah tokoh yang kapasitasnya tak diragukan lagi dalam bidang expertisnya masing-masing. Yaitu Prof. Dr. Cecep Dharmawan, Fidelis Giawa, Azizah Talita Dewi, Ari Mulya, Taufan Suranto, Imanda Pramana, Muh. Azhar, Pendi Yusuf, Mastok Setyanto, Trisna Panji, KH. Harboyo Taher, dan Giri MQ.

Langkah tersebut sebagai bukti LSM GMBI merupakan institusi dengan organ yang moderat, lengkap, juga terus melakukan penguatan di semua lini termasuk aspek ilmiah dan teknologi.

Pokok-pokok Format Transformasi LSM-GMBI Menuju Tahun 2030, di antaranya: mengupayakan seluruh aktivitas dan program LSM-GMBI memberikan dampak terhadap citra bagi organisasi untuk membangun persepsi postif pada publik. Sebagai salah satu penunjang strategis agar melakukan penataan media yang menglingkupi aspek intenal berupa pembuatan website, pengelolaan media sosial, dan media mainstream. Untuk aspek eksternal berupa maintenance relasi media dan media arrangement.

Selain itu, untuk penguatan normatif organisasi lembaga juga diimbau agar melakukan penilaian kondisi terkini organisasi (assessment of existing condition), membentuk tim ad hoc untuk menyusun pokok-pokok penguatan, dan memformulasi sistem peningkatan SDM.

Terkait dengan BELA NEGARA (ideologis), agar disiapkan upaya internalisasi ideologis berupa nilai-nilai luhur kebangsaan berbasis adat dan budaya dengan melakukan program pendidikan kader, kursus kepemimpinan, dan kerjasama Lemhannas/kemenhan RI.

Sementara berkenaan dengan BELA ALAM LSM GMBI mesti menyusun baseline neraca sumber daya alam, membangun sistem komando tangguh bencana, menyediakan instrumen ekonomi lingkungan hidup, dan memulai membangun ekoliterasi dan green technology.

Terkait dengan EKONOMI PANCASILA agar GMBI menyusun formula usaha-usaha dan investasi berbasis komunitas.

Salah satu Dewan Pakar GMBI Prof. Dr. Cecep Dharmawan kepada Medikomonline.com Minggu (13/12/2020) menyatakan GMBI sebagai pilar demokrasi dan wujud kekuatan civil society mesti bersinergi dengan elemen komponen bangsa lainnya. GMBI juga ujar, Prof. Cewan sapaan akrab Prof. Dr. Cecep Dharmawan, harus berkomitmen menyatukan gerak langkah social movement dengan intelectual movement guna membela masyarakat marginal atau pinggiran, kaum mustad'afin, dan penegakan hukum serta pemberantasan korupsi.

“Dewan Pakar GMBI mengawal NKRI dengan konsep bela negara dan bela alam demi terwujudnya NKRI yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Prof Cewan. ***

Tag : No Tag

Berita Terkait