Loading

Gunakan QR Code, Inovasi Pemdaprov Jawa Barat Melacak Kontak Pasien COVID-19


Penulis: Mbayak Ginting
14 Hari lalu, Dibaca : 41 kali


Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil rapat koordinasi bersama Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan via kon

BANDUNG, Medikomonline.com – Pelacakan kontak amat penting dalam memutus rantai penyebaran COVID-19 sekaligus mencegah ledakan jumlah kasus baru. Untuk meningkatkan rasio pelacakan kontak, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat akan berinovasi. 

Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat terus berupaya meningkatkan rasio pelacakan kontak, terutama di wilayah Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi).

Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, salah satu inovasi Pemdaprov Jawa Barat yaitu mewajibkan kafe, restoran, perkantoran, dan tempat publik lainnya, mencatat pengunjung dengan menggunakan QR Code. Nantinya, pengunjung harus memindai QR Code yang disediakan pengelola gedung maupun tempat publik lainnya. 

"Salah satu inovasi yang lagi disiapkan adalah setiap kafe, restoran, dan kantor itu harus ada kertas yang ada QR Code. Jadi setiap yang datang harus memindai seperti absen," kata Ridwan Kamil. 

Ridwan Kamil juga meminta Kota Depok menjadi daerah pertama yang menerapkan inovasi tersebut. Soalnya Kota Depok secara umum menyumbang kasus harian terbanyak di Jawa Barat.

"Inilah cara yang akan kami terapkan mungkin dalam dua minggu ke depan. Kami minta Kota Depok jadi salah satu daerah pertama yang menerapkan itu," kata Ridwan Kamil usai menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan kepala daerah se-Jabodetabek via konferensi video di Kantor Wali Kota Depok, Selasa (13/10/20).

"Kekurangan di Bodebek adalah pelacakan kontak. Saat ini rasio pelacakan kontak di Bodebek masih di bawah standar. Idealnya, 1 banding 30 orang," kata Ridwan Kamil. 

Tag : No Tag

Berita Terkait