Loading

DPRD Jabar : Alat Perlindungan Diri bagi Tenaga Kesehatan Harus Diprioritaskan


Penulis: IthinK
18 Hari lalu, Dibaca : 66 kali


Anggota DPRD Jabar Syahrir SE MIpol (kiri) bersama Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Al Ihsan dr Ferry Achmad Firdaus.

BANDUNG, Medikomonline.com  - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Syahrir SE MIpol mengatakan, bantuan Alat Perlindungan Diri (APD) bagi para tenaga kesehatan (Nakes) harus diprioritaskan.

Menurutnya, prioritas kepada Nakes ini penting karena tenaga kesehatan saat ini memiliki peran yang sangat penting dalam melayani pasien, khususnya yang terpapar virus Covid 19. Apalagi, hampir di seluruh wilayah di Indonesia penyebaran Covid 19 mengalami peningkatan, tidak terkecuali di Jawa Barat.

Syahrir menyebutkan, tenaga kesehatan harus mendapatkan perlindungan diri yang ekstra agar terhindar dari berbagai resiko penularan penyakit. Terlebih, saat ini Jawa Barat sedang mengalami peningkatan Covid 19 yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2020 lalu.  

“Nakes ini garda terdepan dalam merawat pasien yang terpapar virus Covid 19, kesehatannya pun harus diperhatikan. Salah satunya dilengkapi dengan pakaian khusus saat dirinya bertugas,” sebut Syahrir seusai menyerahkan bantuan 192 APD dan 1.200 masker di RSUD Al Ihsan, Kabupaten Bandung, Selasa (13/7/2021).

Selain itu, katanya, resiko terpapar bagi Nakes tersebut potensinya sangat besar. Hingga kini sudah banyak Nakes yang gugur dalam melaksanakan tugasnya merawat pasien yang terpapar virus. Sehingga, bantuan APD tersebut paling tidak mengurangi resiko besar dari terpapar Covid 19.

“Karena itu, Nakes ini harus dilindungi, kalau tidak dilindungi siapa yang akan merawat kita jika terpapar,” katanya.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Al Ihsan dr Ferry Achmad Firdaus mengapresiasi bantuan berupa APD dan masker tersebut. Di RSUD Al Ihsan saat ini menduduki peringkat kedua terbanyak merawat pasien yang terpapar Covid 19 setelah RSUP Hasan Sadikin. Sehingga kebutuhan APD untuk Nakes ini perlu diprioritaskan, mengingat kondisi keterisian rumah sakit sudah mencapai 100 persen.

“Inilah memang yang sangat kami butuhkan saat ini, pakaian khusus atau hazmat, masker dan sanitizer sangat membantu kami saat bertugas sebagai perlindungan diri. Tentu kami sangat mengapresiasi bantuan ini,” katanya. 

Tag : No Tag

Berita Terkait