Loading

Pandemi Masih Tinggi, DPRD Jabar Minta Pemerintah Evaluasi PPKM


Penulis: IthinK
16 Hari lalu, Dibaca : 52 kali


Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Hasbullah Rahmad.

BANDUNG, Medikomonline.com - Angka persebaran dan korban meninggal akibat pandemi Covid-19 masih tinggi, khususnya di Kota Depok dan Kota Bekasi. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar VIII Hasbullah Rahmad meminta pemerintah segera melakukan evaluasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa - Bali.

"Tingkat persebaran pandemi ini sangat tinggi, untuk itu pembatasan skala regional dan mikro saya kira perlu diperhatikan ke depan. Jangan sampai libur idul adha ini menjadikan grafik semakin naik," kata Hasbullah, Kamis (15/7/2021).

Berdasarkan pemantauan pihaknya di lapangan, saat ini angka kematian terus mengalami peningkatan. Di samping itu masyarakat sulit mendapatkan akses rumah sakit, oksigen dan lahan pemakaman. Sehingga opsi perpanjangan PPKM menjadi salah satu hal yang mungkin bisa dilakukan sebagai solusi untuk mengendalikan situasi pandemi saat ini.

"Menurut saya PPKM ini mungkin perlu diperpanjang khususnya untuk di Jabodetabek, dalam hal ini di Kota Depok dan Kota Bekasi. Karena arus migrasi masyarakat dari Jabodetabek ke Jakarta dan sebaliknya masih tinggi," katanya.

"Bahkan yang membuat saya prihatin adalah ketika ada jenazah, bisa 24 jam belum dimakamkan karena persoalan peti yang terbatas, lahan yang terbatas. Karena tingginya tingkat persebaran dan kematian, menurut saya masih dibutuhkan PPKM ini khususnya di zona merah seperti di Jabodetabek," tambahnya.

Anggota Fraksi PAN tersebut mengungkapkan, di tengah situasi pandemi saat ini masyarakat menyaksikan sendiri bagaimana orang-orang terdekatnya menjadi korban. Bahkan fenomena ini menjadi shock therapy, dan menjadikan masyarakat kini diminta untuk lebih ketat menjalankan protokol kesehatan.

"Dengan banyaknya jumlah korban meninggal menjadi shock therapy bagi masyarakat untuk tetap disiplin terhadap prokes. Hanya persoalannya, migrasi atau laju masyarakat dari kota satu ke kota lain yang perlu tetap dibatasi. Karena kalau ini tidak dibatasi dan dikanalisasi melalui PPKM, dikhawatirkan grafiknya akan terus meningkat," tegasnya. 

Tag : No Tag

Berita Terkait