Loading

Pesan untuk Kadisdik Jabar


Penulis: Dudung Nurullah Koswara
2 Tahun lalu, Dibaca : 753 kali


Dedi Supandi (net)

Oleh Dudung Nurullah Koswara

(Guru SMA dan Ketua PB PGRI)

 






Kepala DPM-Desa Jawa Barat Dedi Supandi kini menjadi Kadisdik Jawa Barat. Menarik sebelumnya sosok Dedi Supandi banyak membuat jembatan gantung. Di sejumlah kabupaten dan kota Ia membuat jembatan gantung. Di antara fungsi utamanya adalah untuk akses anak sekolah.

 

Ahaa, kalau Saya boleh berkelakar karena jasanya terhadap anak didik untuk aksesibilitas dan kelancaran pendidikan maka Ia kini menjadi “Mendikbud” Jawa Barat. Selamat datang di dunia pendidikan yang sangat dinamis dan kompleks Bapak Dedi Supandi. Semoga setiap pergantian Kadisdik di Jawa Barat semakin memberi kebaikan bagi prestasi pendidikan.

 

Selain mengucapkan selamat, Ijinkan Saya menyampaikan aspirasi sebagai guru dan pengurus organisasi profesi guru. Ada sejumlah harapan yang harus dijadikan prioritas oleh Dedi Supandi, selain visi besar Jabar Juara Lahir Batin. Diantara harapan dan sejumlah persoalan yang harus mendapatkan perhatian adalah sebagai berikut :

 

Pertama, saat ini sedang berjalan hajatan tahunan bernama PPDB. PPDB adalah salah satu bentuk layanan publik bidang pendidikan yang sangat-sangat rawan kritik. Sejumlah kepentingan jelimet di PPDB. Bahkan dahulu kala, sebelum alih kelola, PPDB dijadikan ajang “balas budi politik” para oknum kepala daerah dan timsesnya. Sejumlah surat sakti berseliwearan. Semoga PPDB tahun 2020 sekarang ini lebih baik lagi.

 

Kedua, nasib guru GTT atau guru honorer. Semoga dengan hadirnya Kadisdik baru ada semangat baru menaikan derajat dan finansial para guru GTT dan guru honorer. Sungguh sangat indah bila di Jawa Barat, SPP gratis dibarengi dengan upaya meng_ UMR/UMK/UMP para guru honorer atau GTT. Bila ini kejadian, maka sangat-sangat dahsyaat. Sejumlah pemerintah provinsi sudah mulai dapat mensejahterakan para guru GTT dan honorer.

 

Ketiga, terkait promosi dan penghargaan pada guru-guru terbaik. Misal guru terbaik berprestasi tingkat Jawa Barat dapat diafirmasi menjadi para pemimpin satuan pendidikan. Para guru juara dipermudah untuk berkarir di dunia pendidikan. Guru-guru juara, cukup menyiapkan portofolio, kirim ke Solo untuk ikut LPPKS. Dari guru-guru juara akan lahir Jabar Juara Lahir Batin. Bahkan dari para kepala sekolah dan pengawas berprestasi bisa berkarir lagi di birokrasi pendidikan. Demi Jabar lebih wow!

 

Keempat, menguatkan ekosistem pendidikan Jabar. Berdayakan organisasi profesi guru, Dewan Pendidikan, UPI Bandung/LPTK Jabar, para pakar pendidikan, LSM/Ormas pendidikan, media dan forum orangtua siswa. Ekosistem pendidikan Jawa Barat adalah sebuah entitas yang harus diberdayakan lebih maksimal. Mengapa ekosistem pendidikan perlu “dipelihara”? Karena wilayah kepentingan, layanana dimensi pendidikan memang lebih kompleks. Perlu penguatan kolaborasi dan memanfaatkan potensi ekternal pendidikan.

 

Kelima, prioritaskan “Tri Merdeka”. Apa Tri Merdeka? Sebuah visi dimensi pendidikan di era Merdeka belajar yakni, merdeka kompetensi, merdeka finansial dan merdeka apresiasi. Bila di Jawa Barat semua guru sudah cukup kompeten, semua cukup sejahtera dan guru-guru terbaik,, guru penggerak diapresiasi, terlindungi, maka Jabar Juara Lahir Batin akan lebih mudah diraih. Bangsa dan daerah yang maju selalu memprioritaskan layanan pada guru. Jepang bangkit diawali dari memuliakan guru-gurunya!

Tag : No Tag

Berita Terkait