Penulis: Emi
25 Hari lalu, Dibaca : 78 kali
CIMANGGUNG, Medikomonline.com - Naila Anggraeni (9) kini bisa sekolah lagi. Sebelumnya anak yatim tiga bersuadara yang tinggal di Cibbuhan, Desa/Kecamatan Cimanggung jarang sekolah karena tak punya bekal dan ongkos ke sekolah.
Bahkan karena himpitan ekonomi Naila sering tak bisa sarapan. Ibunya yang kerja serabutan dengan penghasilan kurang dari Rp 500 ribu per bulan. Mereka tinggal di rumah yang lahannya menumpang di tanah warga.
Kini Naila bisa sekolah lagi di Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo. Bupati Dony Ahmad Munir mengunjungi rumah-rumah siswa penerima Program Sekolah Rakyat di Dusun Cibubuhan, RT 02 RW 07 dan RT 02 RW 08, Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Jumat (1/8/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dony menyampaikan bahwa tujuan utamanya adalah untuk memastikan kesiapan para clon siswa untuk mengikuti kegiatan belajar di Sekolah Rakyat yang dimulai bulan Agustus 2025.
“Ada yang akan masuk SD, ada pula yang ke SMP. Kami ingin memastikan semuanya siap secara mental dan fisik,” ujarnya.
Empat siswa yang dikunjungi di antaranya adalah Naila Anggraeni, Nabila Nur Halimah, Bayu, dan Arfan Al Fariq. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Kategori Desil 1 dan Desil 2 yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Menurut Bupati, kunjungan tersebut juga untuk melihat kondisi rumah dan kehidupan para calon siswa secara langsung.
“Kami ingin tahu apa bentuk perhatian dan bantuan lanjutan yang bisa diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” ucapnya.
Dalam Program Sekolah Rakyat seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah hingga lulus SMA, termasuk makan, pakaian, perlengkapan sekolah, bahkan laptop untuk jenjang SMP dan SMA.
“Ini adalah program mulia dari Pak Presiden Prabowo. Dengan Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin bisa mengakses pendidikan yang berkualitas secara gratis. Kami di Sumedang sangat mendukung sepenuhnya,” tegasnya.
Bupati juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menjaring aspirasi masyarakat mengenai kasus anak-anak yang putus sekolah.
Bupati pun langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti kasus kakak dari salah satu siswa yang tidak bisa melanjutkan ke SMP, “Apakah bisa masuk ke sekolah negeri terdekat, atau ikut program Paket B. Yang pasti, semua anak harus sekolah dan pemerintah hadir untuk itu,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi rumah yang tidak layak huni. Ia memastikan bahwa seluruh rumah keluarga penerima manfaat yang masuk kategori Desil 1 dan 2 akan segera diperbaiki, “Kami tidak bisa tinggal diam saat tahu ada warga yang tinggal di rumah tidak layak. Ini tanggung jawab kami sebagai pemimpin daerah,” katanya.
Lebih jauh, Pemda juga akan mendata potensi dan minat kerja para orang tua siswa, “Kami akan latih mereka di Balai Latihan Kerja (BLK), berikan peralatan dan modal agar bisa mandiri dan memiliki penghasilan,” tambahnya.
Di akhir kunjungan Bupati menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung program Sekolah Rakyat. “Ini bukan hanya soal pendidikan, tapi efeknya sangat luas. Ada multiplier effect terhadap pengurangan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
SAU7ANA Come Back