PENULIS : YONIF - EDITOR : YONIF
23 Jam lalu, Dibaca : 33 kali
KDM TINJAU KAWASAN INDUSTRI LOSARANG INDRAMAYU, TEKANKAN LKPM
Sabtu, 17 Oktober 2026 | Pukul: 05:17 WIB
INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM – Jumat (16/10/2026) Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu.
Dalam kunjungannya, KDM menekankan pentingnya percepatan penyelesaian administrasi investasi, salah satunya terkait Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang masih tertunda.
Selain persoalan administratif, orang nomer satu di Jawa barat itu, menginstruksikan agar pengelola kawasan industri baru dapat membangun hubungan yang harmonis dengan pemerintah desa (Kuwu) serta kecamatan setempat. Langkah ini dinilai krusial demi menjaga kondusivitas lingkungan usaha di wilayah tersebut.
Prioritaskan Pekerja Lokal dan Lulusan Pesantren
Dalam kesempatan yang sama, Kang Dedi Mulyadi mendesak perusahaan-perusahaan di Kawasan Industri Losarang untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal, baik yang baru lulus sekolah maupun alumni. Pemprov Jabar sendiri berkomitmen penuh untuk menyiapkan infrastruktur pendukung, sistem pendidikan, hingga langkah-langkah mitigasi risiko di Indramayu.
“Masyarakat Indramayu yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan kelautan, kini kita dorong untuk beradaptasi dengan pola hidup dan pendidikan industri.
Kepala SMK harus bergerak cepat meningkatkan rekrutmen siswa dan memperluas kerja sama dengan Kuwu, pihak kecamatan, serta pengelola kawasan industri demi menyongsong kebutuhan tenaga kerja masif pada 2027 mendatang,” ujar Dedi.
Menariknya, Dedi juga menyinggung potensi besar dari lulusan pondok pesantren. Ia meyakini bahwa santri juga memiliki daya saing karena dibekali keterampilan yang tidak kalah dengan sekolah umum. “Banyak orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren karena ingin membekali mereka ilmu agama. Pihak pabrik harus tetap membuka pintu bagi lulusan pondok pesantren ini,” tambahnya.
Pendidikan Gratis dan Validasi Data Putus Sekolah
Merespons tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat, Dedi menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah yang telah menggratiskan biaya pendidikan untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK negeri. Oleh karena itu, ia meminta peran aktif orang tua untuk terus memotivasi anak-anak mereka agar tidak putus sekolah.
Dalam perkembangan yang sama, KDM menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pendataan status pendidikan warga secara faktual di lapangan. Menurutnya, banyak lulusan SMP di Jabar yang tidak terdata melanjutkan sekolah umum, namun sebenarnya menempuh pendidikan di berbagai pondok pesantren luar daerah, seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pungkasnya.***(Hyf)
EDITOR : YONIF
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back