Reporter: Ganda TB
3 Jam lalu, Dibaca : 24 kali
CIMAHI, Medikomonline--Pemerintah Kota Cimahi menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cimahi di Lapangan Rajawali, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Pemerintah Kota Cimahi, aparatur sipil negara (ASN), organisasi kemasyarakatan, pelajar, para veteran, serta berbagai elemen masyarakat.
Wali
Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam amanatnya menyampaikan bahwa kemerdekaan memiliki
makna yang lebih luas daripada sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan
harus diisi dengan kerja nyata, peningkatan kualitas sumber daya manusia,
penguatan perekonomian, serta pemenuhan hak dasar masyarakat.
Menurutnya
Peringatan HUT Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk melakukan refleksi
terhadap perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah
dalam melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat. Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui penyelenggaraan
pemerintahan yang efektif, pelayanan publik yang berkualitas, serta pembangunan
yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia
menegaskan, pembangunan Kota Cimahi diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan
masyarakat melalui penguatan sektor kesehatan, pendidikan, infrastruktur,
ekonomi, sosial, dan lingkungan. Berbagai program dan kebijakan tersebut
merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan yang
semakin mudah diakses, merata, dan berkualitas.
“Dalam
membangun kota, yang dipikirkan bukan semata-mata berapa besar anggarannya,
atau berapa banyak proyeknya. Tetapi satu hal, seberapa besar manfaatnya bagi
masyarakat," tutur Ngatiyana.
Ngatiyana
memaparkan sejumlah capaian pembangunan Kota Cimahi sepanjang setahun terakhir.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Kota Cimahi merampungkan pembangunan Puskesmas
Cibeureum yang lebih representatif untuk melayani lebih dari 62 ribu jiwa
penduduk, serta melanjutkan revitalisasi Puskesmas Melong Tengah. Seluruh
kecamatan di Kota Cimahi kini juga telah memiliki layanan rawat jalan sore,
sehingga warga yang bekerja pada pagi hari tetap bisa mengakses layanan
kesehatan tanpa harus mengorbankan penghasilan.
Di
bidang infrastruktur, kehadiran Bundaran Jati disebut memperbaiki konektivitas
dan mengurai kepadatan lalu lintas, sementara pembangunan underpass Gatot
Subroto–Baros terus dikawal melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa
Barat. Dari sisi ekonomi, Ngatiyana mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kota
Cimahi pada 2025 mencapai 5,33 persen, meski ia menegaskan angka tersebut bukan
tujuan akhir, melainkan harus bermuara pada lapangan kerja dan kesejahteraan
keluarga.
Isu
lingkungan turut menjadi sorotan. Pemerintah Kota Cimahi mendorong gerakan zero
to landfill melalui optimalisasi TPST Santiong yang diproyeksikan mampu
mengolah hingga 85 ton sampah per hari, diperkuat gerakan Sapu Jagat untuk
pengelolaan sampah dari sumbernya. Ngatiyana juga menyinggung capaian predikat
Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 sebagai bentuk amanah pengelolaan keuangan
daerah, bukan sekadar penghargaan seremonial.
Ngatiyana
menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak
terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat. Pemerintah
daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap program
pembangunan dilaksanakan secara efektif, transparan, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
“Kota
ini tidak bisa dibangun sendiri. Ada hal yang harus kita kerjakan sendiri, ada
hal yang harus kita kerjakan Bersama, dan ada hal yang harus kita perjuangkan
bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Inilah gotong
royong dalam wajah pembangunan modern,” ujar Ngatiyana.
Ngatiyana
juga menyoroti situasi fiskal daerah yang masih terbatas. Menurutnya,
keterbatasan anggaran mengajarkan satu pelajaran penting yakni bahwa efisiensi
tidak boleh diartikan sebagai pengurangan keberpihakan kepada masyarakat.
Efisiensi, tegasnya, bukan berarti mengerjakan lebih sedikit, melainkan memilih
program secara lebih cerdas, menentukan mana yang harus didahulukan, mana yang
memberi dampak terbesar, dan mana yang benar-benar dibutuhkan warga.
“Kita
harus semakin cerdas memilih prioritas, harus semakin disiplin mengelola setiap
rupiah uang rakyat dan kita harus berani memilih program yang paling besar
dampaknya bagi masyarakat,”
Ia
juga mengingatkan seluruh aparatur agar menjadikan momentum kemerdekaan sebagai
penguat semangat pengabdian, integritas, disiplin, dan profesionalisme dalam
menjalankan tugas. Setiap kebijakan dan pelayanan harus ditempatkan dalam
kerangka kepentingan masyarakat.
“Di
hari kemerdekaan ini, mari kita jadikan merah putih bukan hanya sebagai bendera
yang kita kibarkan, melainkan janji untuk bekerja lebih keras, janji untuk
melayani lebih tulus, janji untuk membangun lebih mantap agar masyarakat
menjadi hepi,” pungkas Ngatiyana.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back