Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 61 kali
CIMAHI, Medikomonline – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus mengintensifkan berbagai upaya untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Salah
satu langkah terbaru yang ditempuh adalah melibatkan sekolah-sekolah sebagai
pusat edukasi sekaligus aksi nyata pengelolaan sampah.
Kepala
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, mengatakan bahwa
pihaknya mendorong para siswa untuk berpartisipasi dalam pengumpulan sampah
anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi atau high value waste.
Langkah
ini dilakukan agar sampah tersebut tidak berakhir di tempat pembuangan maupun
dikirim ke TPA.
“Kami
mengajak siswa untuk mengumpulkan sampah anorganik yang masih bernilai ekonomi
sehingga dapat dimanfaatkan kembali dan tidak menjadi beban di TPA,” ujar Rini,
panggilan akrabnya, Jum’at (12/6/2026).
Ia
menjelaskan, program serupa sebenarnya telah dilaksanakan pada bulan Ramadan
lalu dan memberikan hasil yang cukup positif. Dalam pelaksanaannya,
sekolah-sekolah berhasil mengumpulkan hampir empat ton sampah yang masih dapat
didaur ulang atau dijual kembali.
Menurut
Rini, capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperluas
gerakan serupa ke lebih banyak sekolah. Pada kegiatan kali ini, sebanyak 94
sekolah turut ambil bagian dalam aksi bersih lingkungan (clean action) yang
diharapkan dapat terus berkembang menjadi berbagai kegiatan pengelolaan sampah
lainnya.
“Keberhasilan sebelumnya menjadi motivasi bagi kami untuk memperluas program. Sebanyak 94 sekolah yang hadir hari ini akan melaksanakan clean action dan diharapkan mampu terus menggerakkan kegiatan penanganan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” katanya.
Dalam
program tersebut, para siswa didorong untuk membawa sampah anorganik dari rumah
secara berkala, satu hingga dua kali setiap pekan. Jenis sampah yang
dikumpulkan antara lain botol plastik, kardus, kertas, serta berbagai material
lain yang masih memiliki nilai jual.
Selanjutnya,
sampah yang terkumpul akan dikelola melalui bank sampah yang telah tersedia di
masing-masing sekolah. DLH Kota Cimahi juga menyediakan layanan penjemputan
hasil pengumpulan sampah melalui bank sampah unit maupun bank sampah induk.
“Kami
siap membantu penjemputan sampah yang telah dikumpulkan melalui bank sampah di
sekolah-sekolah,” tutur Rini.
Selain
memanfaatkan bank sampah, sekolah juga diberikan kesempatan untuk menjalin
kerja sama dengan pengepul maupun pelaku usaha daur ulang lainnya. Menurutnya,
yang terpenting adalah memastikan sampah yang masih bernilai ekonomi tidak
berakhir di TPA.
“Melalui
bank sampah ataupun kerja sama dengan pengepul, sampah-sampah tersebut dapat
dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak menjadi tambahan
beban bagi TPA,” ungkapnya.
Untuk
menjaga keberlanjutan program, DLH Kota Cimahi bersama Dinas Pendidikan
(Disdik) akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin.
Melalui
gerakan ini, Pemkot Cimahi berharap budaya pengelolaan sampah dapat tumbuh di
lingkungan sekolah, kemudian menyebar ke keluarga dan masyarakat secara lebih
luas.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back