Loading

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Berikan Hibah P2L Pada 132 Kelompok


Penulis: IthinK
2 Bulan lalu, Dibaca : 90 kali


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat Ir H Jafar Ismail MM

BANDUNG, Medikomonline.com – Kegiatan Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman. Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui penyediaan pangan yang berorientasi pasar.

“Pemanfaatan Kegiatan Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan ini dilaksanakan melalui Pekarangan Pangan Lestari (P2L). terdapat 138 kelompok penerima tahap pengembangan yang tersebar di 19 kabupaten/kota,” ungkap Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (Jabar) Ir H Jafar Ismail MM kepada Medikom, Kamis (27/05/2021).

Dijelaskan Jafar, bantuan P2L  pada tahun 2020 lalu pada implementasinya dapat dicairkan sebanyak 132 kelompok. “Adapun delapan kelompok yang tidak dapat dicairkan dikarenakan berdasarkan hasil verifikasi kelompok tersebut tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan,” kata Kadis.

Kadis menambahkan, fasilitas yang diberikan dalam pelaksanaan Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan untuk P2L berupa hibah uang yang diperuntukkan pembuatan rumah bibit, demplot, pertamanan, dan pascapanen.

Jafar Ismail menjelaskan, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan dalam Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan tersebut. Pertama, P2L yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan dan pendapatan.

Kedua, Kampanye Food Loos and Waste, yaitu sosialisasi beberapa potensi yang terdapat pada pengolahan sampah sisa makanan dan sampah rumah tangga yang ada pada lingkungan sekitar, baik dijadikan kompos untuk bidang pertanian yang masih berhubungan dengan ketahanan pangan, ataupun hal lainnya yang memiliki nilai guna secara luas, terutama di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat.

Ketiga, West Java Food Action. Berupa Gerakan Kampanye Diversifikasi Pangan yang diikuti oleh seluruh pegawai dinas untuk masing-masing menyebarluarkan kembali mengenai penurunan ketergantungan konsumsi beras dan peningkatan konsumsi pangan local sebagai sumber karbohidrat lainnya.

Keempat, Workshop Pekarangan Pangan Lestari. Memberikan motivasi berkelanjutan kegiatan P2L kepada kelompok masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangannya sebagai sumber pemenuhan gizi keluarga dan sumber pendapatan.

Kelima, Pengawasan Keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan dengan pengujian sampel keamanan pangan segar asal tumbuhan di Jawa Barat untuk memastikan keamanan pangannya dengan diuji di provinsi atau melalui laboratorium yang sudah bermitra dengan pemerintah.

Adapun kelompok penerima bantuan hibah P2L dalam Kegiatan Pengembangan dan Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan adalah sebagai berikut:

1.Kabupatgen Bandung Barat: 9 kelompok

2.Kabupaten Bogor: 9 kelompok

3.Kabupaten Ciamis: 7 kelompok

4.Kabupaten Cirebon: 7 kelompok

5.Kabupaten Garut: 6 kelompok

6.Kabupaten Indramayu: 13 kelompok

7.Kabupaten Karawang: 3 kelompok

8.Kabupaten Majalengka: 12 kelompok

9.Kabupaten Pangandaran: 3 kelompok

10.Kabupaten Subang: 8 kelompok

11.Kabupaten Tasikmalaya: 7 kelompok

12. Kabupaten Cianjur: 7 kelompok

13.Kabupaten Sukabumi: 8 kelompok

14.Kota Bogor: 2 kelompok

15.Kabpaten Purwakarta; 2 kelompok

16.Kabupaten Kuningan: 7 kelompok

17.Kabupaten Bandung: 11 kelompok

18.Kabupaten Sumedang: 8 kelompok

19.Kota Cirebon: 3 kelompok

Tag : No Tag

Berita Terkait