Loading

Kedutaan Belanda di Jakarta Undang Sultan Sepuh Aloeda II Keraton Kasepuhan Cirebon Hadiri Perayaan Kings Day 2026


Penulis: Hafidz
9 Jam lalu, Dibaca : 87 kali


Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta resmi mengundang Raden Rahardjo Djali, A.K.MASc. CMA,CFA

JAKARTA, Medikomonline.com - Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta resmi mengundang Raden Rahardjo Djali, A.K.MASc. CMA,CFA atau yang dikenal sebagai Sultan Sepuh Aloeda II Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, untuk menghadiri resepsi diplomatik peringatan King’s Day 2026 yang digelar pada Senin, (27 -4- 2026 ) di Wisma Duta Belanda, Jakarta.

King’s Day atau Koningsdag merupakan Hari Raja merupakan salah satu hari nasional Belanda yang dirayakan setiap 27 April untuk memperingati ulang tahun Raja Willem-Alexander. Perayaan tahun ini mengusung tema Partnership in Heritage and Innovation yang menyoroti hubungan sejarah dan kerja sama masa depan Indonesia-Belanda.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Belanda, Joost van der Veer, seperti yang dilansir dari sumber Medikom menyampaikan bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon dipilih karena memiliki ikatan sejarah panjang dengan Belanda sejak era VOC pada abad ke-17.

“Keraton Kasepuhan adalah simbol penting akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Eropa di pesisir utara Jawa. Kehadiran Sultan menjadi representasi dari dialog budaya yang terus kami jaga hingga kini,” ujar Joost dalam keterangan pers, Sabtu (25/4).

Sementara itu Raden Rahardjo Djali kepada Medikom Bandung mengatakan pihaknya mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Duta Besar Belanda atas undangannya sehingga momentum ini diharapkan dapat meningkatkan untuk saling bekerjasama terutama dalam bidang budaya.

"Terimakasih kepada Yang Mulia Duta Besar Belanda , Marc Gerritsen, dan Ibu Yvone atas undangannya, ini merupakan wujud apresiasi Kedutaan Belanda kepada kami baik selaku personal maupun sebagai lembaga seperti Keraton Kasepuhan khususnya yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi bilateral terutama dibidang ekonomi,lingkunganutermaduk aspek kerjasama terkait Kebudayaan Nusantara," ujar Sultan Aloeda II didampingi sang istri yakni Gusti Den Ayu Media Widayanti kepada Medikom.

Raden Rahardjo Djali menambahkan pihaknya juga membangun komunikasi dengan tamu undangan lainnya baik dari budayawan, kalangan swasta dan juga pejabat negara yang hadir di acara tersebut.

" Merupakan suatu kehormatan dapat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Yudhoyono, juga Menteri Koordinator Bidang Hukum dan HAM yakni Yusril Ihza Mahendra serta dapat bertemu dengan para duta besar dari berbagai negara seperti Ethiopia, Mesir, Arab Saudi, Spanyol, dan para tokoh penting dari berbagai penjuru dunia," tambah Raden Rahardjo.

Peringatan King's Day sejatinya dapat dijadikan sarana bagi pihak keraton untuk memperkuat kerjasama dengan pihak luar seperti Negeri Belanda untuk menggali lebih dalam lgi terkait peninggalan benda sejarah termasuk data dan data sejarah yang sebenarnya sebab semua sudah mengetahui bahwa artefak Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia dengan baik di Museum Laidem, Negeri Belanda.

Di Indonesia informasinya tersimpan di KITLV (Koninklijk institut vor taal, Landen volkenkunde). dan tidak semua orang atau lembaga memiliki akses terhadap data Kesultanan dan Kerajaan Nusantara. 

Kasultanan Kasepuhan Cirebon sudah mendapat ijin untuk mengakses data Kasultanan yang ada di KITLV.

" Membuka tabir sejarah yang sebenarnya bisa saja semua pihak yang memiliki kepentingan terhadap pelurusan sejarah untuk datang ke Museum Belanda untuk mencari bukti dan data termasuk fakta sejarah termasuk peninggalan benda pusaka yang memiliki seni bernilai tinggi seperti artefak dan lainnya," pungkas salah seorang Budayawan yang enggan disebut namanya itu kepada Medikom.

Tag : No Tag

Berita Terkait