PENULIS : YONIF - EDITOR : YONIF
2 Hari lalu, Dibaca : 76 kali
ATASI KEKERINGAN, PEMKAB INDRAMAYU BERI BANTUAN MESIN POMPA AIR
Rabu, 19 Agustus 2026 | Pukul: 18:59 WIB
INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM - Dampak kekeringan yang melanda sebagian wilayah kabupaten Indramayu, Pemkab Indramayu menyalurkan bantuan melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan penyaluran bantuan mesin pompa air bagi petani.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Serah Terima Aset Operasional JIAT Inpres Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu sekaligus penyaluran bantuan mesin pompa air, yang berlangsung di Balai Benih Tanaman Pangan Kecamatan Cikedung, Selasa (18/8/2026).
Hadir dalam serah terima tersebut Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia Hermansyah, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, gabungan kelompok tani, serta undangan lainnya.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, Pemkab Indramayu terus melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap pertanian. Di antaranya melalui bantuan pompa air, pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), serta pengembangan program Listrik Masuk Sawah.
Bupati Lucky Hakim meminta camat dan pemerintah desa mengawal pemanfaatan bantuan agar dapat digunakan secara optimal oleh petani. Selain itu, ia juga mendorong para petani untuk memanfaatkan lahan pada musim kering dengan menanam komoditas yang sesuai seperti jagung, semangka, melon, dan palawija.
“Selagi para petani masih semangat menanam, kami akan optimistis,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Sugeng Heriyanto menyampaikan, dari usulan pembangunan JIAT kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, sebanyak 63 titik telah disetujui untuk dibangun. Sementara 47 titik tambahan masih dalam proses.
Pembangunan JIAT, imbuhnya, akan diprioritaskan di wilayah persawahan tadah hujan yang memiliki kerentanan terhadap kekeringan, di antaranya Gantar, Kroya, Terisi, sebagian Cikedung, dan sebagian Gabuswetan.
“Ini adalah upaya kami dalam memitigasi kekeringan yang ada di Kabupaten Indramayu. Tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan semua pihak, terutama teman-teman petani. Saling bersinergi itu yang paling penting,” kata Sugeng.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan Tenaga Ahli Menteri Pertanian Republik Indonesia, Hermansyah. Ia menegaskan, ketersediaan air merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian.
“Pemerintah terus mendorong penguatan infrastruktur pengairan, termasuk JIAT dan program Listrik Masuk Sawah. Akses listrik untuk pertanian diharapkan dapat membantu petani memperoleh sumber energi untuk pompa dengan lebih mudah dan terjangkau,” ujarnya.*** (Hyf)
EDITOR : YONIF
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back