Loading

Kontribusi Daerah Dukung Swasembada, Sukabumi Terima Apresiasi Presiden


Penulis: Iyans
14 Hari lalu, Dibaca : 81 kali


Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto

KABUPATEN SUKABUMI, Medikomonline.com — Keberhasilan Indonesia menghentikan impor pangan dan kembali mencapai swasembada pada 2025 tak hanya berdampak di dalam negeri, tetapi juga memengaruhi stabilitas pangan global.

Dalam konteks itu, Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas kontribusinya terhadap capaian nasional tersebut.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian panen raya nasional di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026), yang sekaligus menjadi penanda keberhasilan Indonesia membangun kemandirian sektor pangan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan merupakan fondasi strategis bagi kedaulatan bangsa.

Menurutnya, keberhasilan ini lahir dari kerja kolektif berbagai pihak, terutama petani di daerah yang menjaga keberlanjutan produksi.

“Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh waspada, berani mengoreksi diri, dan berani menghadapi keadaan,” ujar Presiden.

Ia menilai potensi sumber daya alam Indonesia sangat besar dan harus dikelola untuk memenuhi kebutuhan rakyat sendiri.

Ketergantungan pada impor, kata Presiden, justru melemahkan daya tahan nasional dalam jangka panjang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, capaian swasembada pangan didorong oleh kebijakan deregulasi besar-besaran yang memangkas ratusan aturan di sektor pertanian.

Pemerintah menerbitkan 12 Instruksi Presiden dan 25 Peraturan Menteri Pertanian yang menyederhanakan lebih dari 500 regulasi sebelumnya.

Kebijakan tersebut, menurut Amran, berdampak langsung pada biaya produksi petani. Harga pupuk berhasil ditekan hingga sekitar 20 persen, sementara harga gabah mengalami kenaikan, sehingga memperbaiki kesejahteraan petani.

Tak hanya berdampak domestik, Amran menyebut kebijakan pangan Indonesia ikut memengaruhi pasar global. Harga pangan dunia tercatat turun dari sekitar 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per ton, atau mengalami penurunan sekitar 44 persen.

Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu importir pangan terbesar kini tidak lagi melakukan impor. Kondisi ini menyebabkan pasokan pangan global meningkat, terutama di negara-negara produsen seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan.

“Tanpa disadari, petani dan daerah-daerah penghasil pangan di Indonesia telah berkontribusi terhadap ketahanan pangan global,” ujar Amran. (Iyans)

Tag : No Tag

Berita Terkait