Loading

Kecamatan Malangbong Gelar FGD Penanganan Angka Kematian Ibu dan Bayi


Abdul R
4 Hari lalu, Dibaca : 68 kali


menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada Rabu (26/11/2025) di Aula Kecamatan Malangbong

GARUT , Medikomonline.com. — Pemerintah Kecamatan Malangbong bersama UPT Puskesmas, para kepala desa, kader posyandu, dan lintas sektor menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penanganan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) pada Rabu (26/11/2025) di Aula Kecamatan Malangbong. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi seluruh pihak untuk menekan kasus AKI dan AKB di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Malangbong menegaskan bahwa penanganan AKI dan AKB harus menjadi prioritas bersama, mengingat kesehatan ibu dan bayi merupakan indikator penting keberhasilan pembangunan kesehatan di tingkat kecamatan.

“Kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan yang memadai, dari masa kehamilan, persalinan, hingga masa nifas. Penurunan AKI dan AKB tidak bisa dilakukan sendiri oleh tenaga kesehatan, tetapi memerlukan kerja sama seluruh unsur masyarakat,” jelas Camat Malangbong.

"Solihin" Kepala UPT Puskesmas Citeras, Malangbong, menjelaskan FGD dan memaparkan mengenai beberapa faktor risiko yang masih menjadi tantangan, seperti keterlambatan rujukan, rendahnya kepatuhan pemeriksaan kehamilan, status gizi ibu, serta akses masyarakat ke fasilitas kesehatan.

Selain itu, para bidan desa wajib menyampaikan laporan kondisi ibu hamil di masing-masing wilayah, termasuk evaluasi program Kelas Ibu Hamil, pemantauan BUMIL Risti (ibu hamil berisiko), serta progres Gerakan Keluarga Sadar Gizi sehingga tercapai Insyaallah malangbong Sehat, Malangbong Katembong.jelas Solihin.

Dengan terselenggaranya FGD ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Kecamatan Malangbong semakin solid dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan terbaik bagi ibu dan bayi"pungkas Soluhin

"Hj.Usmawatimah."ketua FGD kabupaten Garut menjelaskan dengan  Diskusi ini dapat menghasilkan beberapa rencana tindak lanjut, di antaranya, Penguatan sistem rujukan dan komunikasi cepat antar-bidan desa, puskesmas, dan fasilitas kesehatan rujukan. Optimalisasi kunjungan ANC (Antenatal Care) minimal 6 kali. Peningkatan pemantauan dan kunjungan rumah bagi Bumil Risti. Pemberdayaan kader posyandu untuk edukasi gizi, stunting, dan tanda bahaya kehamilan. Kolaborasi pemerintah desa dalam mendukung transportasi darurat bagi ibu hamil. Kampanye edukasi masyarakat mengenai pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan.jelasnya.

Disini kita dalam rangka mensukseskan program pemerintah khususnya kabupaten Garut dalam rangka penurunan angka kematian ibu dan bayi, mungkin angka stunting juga, karena kegiatan ini sangat luar biasa sehingga pak camat bisa mengkondisikan semua aspek yang berhubungan dengan program baik dari pemerintah maupun dari swasta.

Saya sangat apresiasi luar biasa dengan antusias ibu-ibu PKK yang mudah - mudahan Malangbong makin katembong prestasinya, dengan adanya kerjasama antara masyarakat dan puskesmas dan para bidan, baik bidan di RS atau bidan yang di TPMD bisa bersinergi dalam penyelamatan ibu dan bayi.tutur Hj.Usmawatimah.

Harapan saya pertemuan ini harus di gala kan karna ini adalah untuk menjalin komunikasi kita mengkomunikasikan segala sesuatu karna tanpa komunikasi yang baik mungkin masalah tidak akan terselesaikan dengan baik,ini harus di rutinkan karna jangan beri celah untuk kita lengah sehingga Malangbong tetap berprestasi.harap Hj.Usmawatimah.

Kegiatan FGD ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antara kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, dan perwakilan kader dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Malangbong.

Tag : No Tag

Berita Terkait