Loading

Neno Warisman : Tulisan dan Spiritualitas, Dua Kekuatan Besar di Wartawan Mengaji PWI Depok


Penulis: Lucy
2 Hari lalu, Dibaca : 56 kali


Neno Warisman (tengah) berfoto bersama pengurus PWI Kota Depok.

DEPOK, Medikomonline.comSemarakan Ramadhan dan sambut Idul Fitri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar giat Wartawan Mengaji yang puncak acaranya dilaksanakan di Kantor PWI Kota Depok, Jumat (13/03/2026).

Selain itu juga ada santunan anak yatim dan pembagian bingkisan ke seluruh wartawan PWI Kota Depok.

Acara yang diikuti seluruh wartawan PWI Kota Depok dihadiri public pigur, Neno Warisman dan Chandra Wahyu Bonte.

Neno Warisman yang merupakan mantan aktivis dan juga penyanyi dj era 90-an mengapresiasi kegiatan Wartawan Mengaji.

Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini sebagai langkah positif untuk memperkuat sisi spiritual para jurnalis sekaligus menjaga tradisi intelektual melalui tulisan.

“Tulisan memiliki peran penting dalam membangun peradaban suatu bangsa. Tidak ada peradaban besar yang lahir tanpa tradisi menulis.

Semua tergantung pada tulisan. Tulisan adalah buah peradaban. Tidak ada peradaban yang maju tanpa tulisan. Tulisan juga menjadi perekam sejarah sehingga kita bisa melihat kembali kejayaan sebuah bangsa melalui karya yang ditinggalkan,” jelas Neno.

Perempuan yang pernah menempuh pendidikan sastra di Universitas Indonesia (UI) itu mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap dunia kepenulisan. Dia pun mendorong para jurnalis di Kota Depok untuk terus mengembangkan budaya menulis, bahkan hingga membentuk komunitas atau kelas penulisan.

Peluang tersebut juga terbuka melalui kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), khususnya dalam pengembangan komunitas penulis maupun pelatihan penulisan kreatif.

“Saat ini kita sangat membutuhkan penulis, terutama untuk penulisan skenario film. Jika teman-teman PWI Kota Depok memiliki gagasan membentuk kelas menulis, komunitas, atau pelatihan, itu sangat baik dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” terang Neno.

Dia bahkan berharap PWI Kota Depok dapat menjadi motor penggerak gerakan literasi dan kepenulisan di Kota Depok dan menilai kegiatan Wartawan Mengaji yang memadukan kekuatan spiritual dan intelektual merupakan kombinasi yang sangat kuat.

“Ada dua kekuatan besar di sini, yaitu tulisan dan spiritualitas. Kita berharap tulisan yang lahir nantinya tidak hanya informatif, tetapi juga membangun nurani dan nilai-nilai ketuhanan,” Neno yang juga cukup aktif sebagai penyair.

Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari kondisi ekonomi hingga pesatnya perkembangan teknologi, Neno mengingatkan agar masyarakat tidak meninggalkan budaya menulis dan refleksi spiritual.

“Kegiatan yang dilakukan PWI Kota Depok sebagai upaya menanam benih kebaikan bagi masa depan. Walaupun besok kiamat, kita tetap harus menanam satu benih. Saya yakin kegiatan tahun kedua PWI Kota Depok ini adalah upaya untuk terus menanam kebaikan,” paparnya.

Neno berharap kegiatan “Wartawan Mengaji” yang digagas PWI Kota Depok dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi masyarakat luas, sekaligus memperkuat peran jurnalis sebagai penjaga peradaban melalui tulisan.

Sementara itu Rusdy Nurdiansyah, Ketua PWI Depok didampingi Syahrudin, Koordinator Bidang Kerohania, mengatakan program Wartawan Mengaji ini yang ke dua setelah Ramadhan tahun 2025. “Namun kali ini cukup meriah karena dihadiri aktivis Neno Warisman dan lainnya, ” ujarnya. (Lucy)

Tag : No Tag

Berita Terkait