Loading

SMKN 1 Majalaya Saat Ini Kekurangan Ruang Belajar


Edie NS
9 Bulan lalu, Dibaca : 398 kali


Sedikitnya 17 Rombel atau 612 Siswa SMKN 1 Majalaya tidak belajar diruang belajar sebagaimana mestinya,

BANDUNG, Medikomonline.com - Sedikitnya 17  Rombel  atau  612 Siswa SMKN 1 Majalaya tidak belajar diruang belajar  sebagaimana mestinya, karena sekolah ini sejak lama telah kekurangan  kelas untuk ruang balajar. Demikian dikatakan Apek Suryana SPd, Wakasek bidang Sarana, saat Medikom melakukan kunjunga ke SMKN 1 Majalaya belum lama ini.

Kekurangan ruang belajar di SMKN 1 Majalaya ini  sudah mulai dirasakan sejak tahun 2015. Dikatakannya, untuk mengatasi kekurangan ruang belajar tersebut selama ini yakni dengan memanfaatkan ruang praktek siswa.  “Para siswa yang tidak kebagian kelas terpaksa belajar di bengkel dan ruang praktek lainnya, kekurangan ruang belajar sebanyak 17 ruang, kebetulan ada ruang praktek siswa 17 ruang, jadi pas,” ujar Apek

Seluruh Warga  SMKN 1 berharap agar kekurangan ruang belajar tersebut bisa segera diatasi, sehingga para siswa tidak perlu belajar di bengkel lagi. Kepada Pemerintah melalui  Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ataupun Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat diminta agar segera memberikan perhatian kepada SMKN 1 Majalaya.  45 rombel atau 1620 peserta didilk  yang ada saat ini diharapkan segera bisa belajar di kelas masing-masing.  

Menurut Apek Suryana, di SMKN 1 Majalaya masih tersedia lahan kosong, cukup untuk dibangun 5 ruang kelas lagi, sisanya bisa dibuat bertingkat. “Berangkali ada program yang sifatnya membantu pembangunan ruang kelas, dari instansi manapun, Kita siap bekerja sama,”ujar Apek Suryana

SMKN 1 Majalaya yang beralamat di JL.Idris No 99 Rancajigang.,RT 1/ RW  7. Dusun Sukamukti, Desa  Sukamukti,  Kecamatan. Majalaya. Kabupaten. Bandung, mulai berdiri sejak  Juni 2007.  Menurut  Upie Indrakusuma SPd MM, kepala SMKN 1 Majaiaya , Sampai saat ini ada 5 kompetensi keahlian yang dikembangkan di SMKN 1 Majalaya, yakni Tehnik Komputer Jaringan (TKJ), Tehnik Elektronika Industri (TEI), Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), dibimbing sebanyak 64 orang guru yang professional di bidangnya masing-masing.

 

Tag : No Tag

Berita Terkait