Loading

Sudah Ajukan Permohonan, SMK Al-Qudsy Cibatu Kekurangan Ruang Kelas dan Fasilitas Digital Mendesak.


Penulis: A. Rochman
14 Jam lalu, Dibaca : 43 kali


Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qudsy, Ir. Mohamad Paridudin, M.Pd.

GARUT, Medikomonline.com – Berdiri di wilayah pedesaan yang jauh dari keramaian kota, SMK Al-Qudsy di Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, kini menghadapi tantangan besar dalam memberikan layanan pendidikan yang setara dengan sekolah di perkotaan.

Keterbatasan ruang kelas dan minimnya fasilitas penunjang pembelajaran digital menjadi penghalang utama sekolah untuk mengembangkan potensi siswa secara maksimal. Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qudsy pun telah mengajukan permohonan resmi kepada dinas terkait, mengingat sarana dan prasarana tersebut sangat dibutuhkan sesegera mungkin.

Ketua Yayasan Pendidikan Al-Qudsy, Ir. Mohamad Paridudin, M.Pd., menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi awak media. Menurutnya, sekolah saat ini telah membuka dua kompetensi keahlian unggulan, yaitu Bisnis Daring dan Pemasaran serta Perbankan, dengan kapasitas pelayanan yang direncanakan untuk 6 rombongan belajar. Namun kenyataannya, sekolah baru hanya memiliki 4 ruang kelas yang tersedia.

“Kita kekurangan dua ruang kelas lagi. Sementara kebutuhan untuk enam rombongan belajar sudah ada. Saat ini kita berupaya membagi ruang yang ada menjadi dua, namun tentu belum memenuhi standar kenyamanan dan kelayakan pembelajaran,” ujarnya.

Selain ruang kelas, fasilitas penunjang kompetensi juga sangat mendesak untuk dilengkapi. Mengingat kedua jurusan yang dijalankan sangat bergantung pada teknologi informasi dan pemasaran digital, sekolah sangat membutuhkan unit komputer atau laptop terkini serta perangkat pembelajaran interaktif. Tanpa fasilitas yang memadai, sulit bagi siswa untuk menguasai keterampilan sesuai tuntutan zaman.

“Pemasaran adalah ujung tombak usaha di era digital ini. Kalau fasilitasnya belum lengkap, bagaimana siswa bisa belajar praktik yang setara dengan sekolah lain? Padahal lokasi kita di desa justru punya keunggulan tersendiri: lingkungan tenang, fokus belajar lebih tinggi dibanding kota. Kita ingin keunggulan ini didukung sarana yang sama meratanya,” tambahnya.

Paridudin berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kantor Cabang Dinas Wilayah, hingga pemerintah pusat dan Kementerian Pendidikan segera menindaklanjuti permohonan yang telah diajukan. Ia meminta penyaluran bantuan yang tidak hanya berpatokan pada jumlah siswa semata, tetapi juga mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan riil sekolah di wilayah pedesaan.

“Biaya operasional dan tantangan mengakses sarana di desa berbeda jauh dengan kota. Kami berharap ada kebijakan yang adil, pembinaan berkelanjutan, dan dukungan fasilitas segera agar siswa di desa ini tidak tertinggal peluangnya dibandingkan anak-anak di perkotaan,” harapnya.

Sekolah berkomitmen terus meningkatkan mutu pendidikan, namun dukungan pemerintah menjadi kunci agar kesempatan belajar yang layak dan setara bisa dinikmati oleh seluruh siswa, tanpa memandang tempat tinggal mereka.(A. Rochman )

Tag : No Tag

Berita Terkait