Loading

Angkutan Umum Ngetem di Bundaran Cibiru, Picu Kepadatan Kendaraan


Penulis: Valeria Ananta
1 Hari lalu, Dibaca : 45 kali


Valeria Ananta

Oleh Valeria Ananta

Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

 

Aktivitas angkutan umum yang berhenti untuk menunggu penumpang menjadi salah satu persoalan lalu lintas yang pernah disoroti di Bundaran Cibiru, Kota Bandung. Keberadaan angkutan kota (angkot) dan mobil elf yang berhenti di sekitar bundaran dinilai dapat menghambat pergerakan kendaraan, terutama ketika volume lalu lintas meningkat.

Permasalahan tersebut pernah diberitakan detikJabar pada 18 April 2023. Dalam laporan berjudul “Kala Polisi Halau Angkutan Umum Penyebab Macet di Perbatasan Bandung”, sejumlah angkot dan elf disebut kerap menaikkan serta menurunkan penumpang secara sembarangan di kawasan Bundaran Cibiru. Kondisi tersebut menyebabkan arus kendaraan melambat.

Saat itu, petugas dari Polsek Panyileukan memberikan himbauan kepada pengemudi agar tidak berhenti di sekitar bundaran untuk mencari penumpang. Petugas juga mengingatkan bahwa jalur tersebut dilalui kendaraan yang menuju perbatasan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung, termasuk kendaraan pemudik selama periode Lebaran.

Masalah serupa kembali disoroti pada 6 April 2024. detikJabar melaporkan bahwa belasan elf yang menunggu penumpang di sekitar Bundaran Cibiru ditertibkan oleh petugas kepolisian. Dalam laporan tersebut, beberapa kendaraan terlihat berhenti di tikungan bundaran, bahkan ada yang naik ke trotoar. Penertiban dilakukan agar angkutan umum tidak mengganggu arus lalu lintas.


Pada 29 Maret 2025, detikJabar kembali memberitakan persoalan angkutan umum yang berhenti sembarangan di kawasan tersebut. Dinas Perhubungan Kota Bandung disebut telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengaturan lalu lintas di Bundaran Cibiru. Kawasan itu merupakan pertemuan arus kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan A.H. Nasution sebelum menuju jalur Cibiru–Cileunyi. Selain tingginya aktivitas kendaraan, penyempitan jalan di sekitar bundaran juga menjadi hambatan bagi kelancaran lalu lintas.

Pemberitaan Koran Gala  pada 18 Mei 2026 juga menyoroti kepadatan kendaraan di Bundaran Cibiru, khususnya pada sore hari. Laporan tersebut menggambarkan antrean kendaraan dari beberapa arah dan menyebut angkot serta elf yang menunggu penumpang di badan jalan sebagai salah satu faktor yang memperburuk kepadatan. Namun, laporan tersebut tidak menyertakan penghitungan kuantitatif yang dapat menentukan seberapa besar kontribusi angkutan umum terhadap kemacetan.

Dampak terhadap pengguna jalan

Kendaraan yang berhenti di badan jalan dapat mengurangi ruang bagi kendaraan lain untuk melintas. Dalam kondisi lalu lintas padat, situasi tersebut berpotensi memperlambat arus kendaraan dan membuat pengendara perlu menyesuaikan pergerakannya. Meski demikian, tingkat dampak di Bundaran Cibiru perlu dinilai berdasarkan pengamatan lalu lintas dan data yang terukur.

Persoalan ini juga tidak dapat dilepaskan dari kebutuhan angkutan umum untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Karena itu, penanganannya memerlukan pengaturan tempat pemberhentian yang sesuai, kepatuhan pengemudi terhadap aturan, serta pengawasan dari petugas terkait.

Upaya Mengatasi Kemacetan di Bundaran Cibiru

Untuk mengatasi persoalan tersebut, penanganan kemacetan di Bundaran Cibiru perlu dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah menyediakan atau menata lokasi khusus bagi angkutan umum untuk menunggu penumpang, sehingga kendaraan tidak berhenti di tikungan atau bagian jalan yang dapat menghambat arus lalu lintas.

Selain itu, Dinas Perhubungan dan kepolisian perlu memperkuat pengawasan, khususnya pada jam-jam sibuk ketika volume kendaraan meningkat. Penentuan titik naik dan turun penumpang yang jelas juga penting agar pengemudi dan penumpang memiliki pedoman yang sama. Evaluasi berkala diperlukan untuk mengetahui apakah penertiban yang dilakukan sudah efektif atau masih membutuhkan perbaikan.

Upaya tersebut tentu tidak hanya bergantung pada petugas. Pengemudi angkutan umum perlu menaati ketentuan berhenti, sedangkan penumpang sebaiknya tidak meminta turun atau naik di sembarang tempat. Dengan penataan lokasi pemberhentian, pengawasan yang konsisten, dan partisipasi masyarakat, potensi hambatan lalu lintas dapat dikurangi.

Karena itu, penyelesaian kemacetan di Bundaran Cibiru perlu diarahkan pada solusi yang berkelanjutan, bukan sekadar penertiban sesaat. Pemerintah dan pihak terkait perlu mengevaluasi kebutuhan angkutan umum serta kondisi lalu lintas di lapangan, sementara masyarakat dapat ikut mendukung dengan membiasakan diri berlalu lintas secara tertib. Kelancaran jalan adalah tanggung jawab bersama; jangan sampai kemudahan menaikkan atau menurunkan penumpang justru menghambat perjalanan banyak orang.

Kesadaran Bersama untuk Mengurangi Kemacetan

Berbagai upaya penertiban dan pengaturan lalu lintas tersebut perlu didukung oleh kesadaran seluruh pengguna jalan. Pengaturan dari petugas saja tidak cukup apabila pengemudi masih berhenti sembarangan untuk menunggu penumpang dan masyarakat tetap terbiasa naik atau turun di lokasi yang tidak semestinya.

Oleh karena itu, pengemudi angkutan umum diharapkan lebih tertib dengan menaikkan dan menurunkan penumpang di tempat yang sesuai. Masyarakat juga perlu berperan dengan memilih lokasi pemberhentian yang aman dan tidak meminta kendaraan berhenti di sembarang tempat. Selain itu, pengawasan dan evaluasi dari pihak terkait perlu terus dilakukan agar penanganan kemacetan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bundaran Cibiru merupakan salah satu kawasan penting bagi pergerakan kendaraan di Bandung Timur. Menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan ini bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kerja sama pengemudi dan masyarakat. Mari mulai dari kebiasaan sederhana: berhenti di tempat yang semestinya, patuhi aturan lalu lintas, dan jangan mengutamakan kepentingan sendiri hingga mengganggu pengguna jalan lainnya. Dengan kesadaran bersama, upaya menciptakan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan lancar dapat terwujud.

 

Tag : No Tag

Berita Terkait