Loading

SEMANGAT BERLITERASI MENEMBUS SMA DI KAKI GUNUNG SALAK, SAYANG KABID PSMA TAK RESPONS


Penulis: Dadan Supardan
1 Tahun lalu, Dibaca : 860 kali


Keluarga Besar SMAN 1 Parungpanjang Kabupaten Bogor

BANDUNG, medikomonline.com – Gairah Gerakan Literasi Sekolah (GLS) kian membuncah. Untuk sekolah menengah atas (SMA) di Jawa Barat misalnya, semangat berliterasi khususnya aktivitas menulis tidak saja bergaung di sekolah perkotaan tetapi merambah hingga ke sekolah yang lokasinya di “pinggiran” dan nun jauh di kaki gunung sana.

Buktinya, Redaksi beritadisdik.com yang fokus mempublikasikan konten kajian pendidikan saban hari kebanjiran naskah karya para kepala sekolah, pengawas, guru hingga peserta didik. Beragam tema diangkat. Penyajiannya pun begitu cermat, apik, dan memikat. Semua itu memperkaya khazanah dinamika pendidikan di Jawa Barat.

Tengok saja geliat berliterasi di SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor. Dikomandoi Kepala Sekolah Fitriyani SSi MPd, para guru yang sekolahnya berlokasi di Kaki Gunung Salak Kabupaten Bogor ini, seolah berlomba menggulirkan naskah terbaiknya. Apalagi menjelang syukuran peringatan hari ulang tahun sekolah, Fitriyani memiliki target untuk membukukan segenap karya tulis guru.

Melalui WAG sekolah, Fitriyani mengimbau agar para guru mempersembahkan naskah terbaiknya yang nantinya akan dibukukan.

Assalaamu' alaikum ibu dan bapa, saya memohon bantuan ibu dan bapa utk berkenan membuat sebuah tulisan dengan tema persembahan terbaik utk SMAN 1 Cijeruk. Ibu dan bapa bisa mengambil judul apapun yg terkait dengan profesi ibu dan bapa di SMAN 1 Cijeruk, tulisan minimal satu halaman A4 maksimal 2 halaman A4. Bismillah kita awali hal ini sebagai bagian dari menciptakan budaya literasi, sekolah literat,” begitulah imbauan Fitriyani yang boleh jadi diterimanya sebagai instruksi oleh para guru.

Tulisan huruf Times new roman ukuran 12, spasi 1.15. dimohon tulisan terkumpul paling lambat hari minggu tenggal 4 Oktober 2020. Langsung dikirim ke saya. Semua tulisan ibu dan bapa akan langsung dimuat di beritadisdik,” ungkapnya.      

SMAN 1 Cijeruk Kabupaten Bogor

Bagaimana hasilnya? Sungguh di luar dugaan. Menurut kepala sekolah berlatar ilmu eksakta ini, 75 persen dari seluruh guru yang ada di sekolah berhasil menjawab tantangan. Mereka keluar dari zona nyamannya, mencoba melakukan hal baru membuat sebuah tulisan.

Saat ini, urai Fitriyani, tulisan para guru sedang dalam proses untuk diterbitkan dalam bentuk buku ber-ISBN sebagai kado indah untuk sekolah.

Masih di Kabupaten Bogor, geliat berliterasi khususnya di bidang menulis tampak menggema di SMAN 1 Parungpanjang. Para guru sekolah yang lokasinya terkenal dengan sebutan “negeri 1000 truk” tersebut begitu atraktif dalam hal menulis. Terlebih kepala sekolahnya, Dudung Nurullah Koswara seperti kelebihan ide untuk menuangkan karya.

Saban hari karya DNK---begitu ia akrab disapa---mengalir deras. Tak pelak lebih dari seribu artikel sudah menghiasi media baik cetak maupun online.

“Bagi Saya menulis itu sudah menjadi kebutuhan. Rasanya gatel bila tidak menulis. Apalagi bila ada hal yang membuat gatel pikiran karena sebuah anomali, unikasi atau ide yang melintas dan sangat menarik. Apa yang dilihat, didengar, dibaca dan dialami kadang membuat jari-jari tangan ingin segera memijit laptop,” ungkap DNK yang juga menjabat Ketua PB PGRI ini kepada beritadisdik.com kemarin lalu.

Menurutnya, “birahi” menulis itu semakin kuat dan menguat. Makin menua, menulis makin strong. Vitalitas literatif makin menjadi. Padahal saat bujangan tak suka menulis dan tak suka membaca tulisan orang. Dunia tulis menulis dahulu adalah hal yang sangat garing dan jauh dari menarik. Kini berbeda, menulis itu serasa naik sepeda atau berselancar dalam deburan ombak bagi penyukanya.

Lebih dari itu, Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah 69 (FKKS69) Jawa Barat ini menegaskan Nadiem Makarim mengatakan dunia pendidikan sekarang fokus pada literasi, numerasi, dan karakter. Hal ini direspons Forum Komunikasi Kepala Sekolah 69  (FKKS69) Jawa Barat.  Para kepala sekolah yang tergabung dalam FKKS69 semakin semangat menulis.  Bahkan ada satu  kepala  SMAN 1 Cijeruk mewajibkan semua gurunya menulis artikel pendidikan dan dikirim ke media beritadisdik.com.

“Kepala sekolah penulis memang belum dominan. Namun FKKS69 Jawa Barat yang merupakan entitas kepala sekolah gelombang pertama era Gubernur Ridawan Kamil berkomitmen menjadi penulis. FKKS69 adalah  forum komunikasi yang mengikat sejumlah 69 kepala sekolah  SMA/SMK/SLB hasil seleksi tahun 2019 dari 997 calon kepala sekolah terbaik. Sebagai Ketua FKKS69,  Saya sangat bangga melihat giat, geliat dan kemampuan menulis anggota forum,” tuturnya.

Dikatakan FKKS69 adalah kekuatan luar biasa bagi Disdik Provinsi Jawa Barat. Sekali lagi entitas FKKS69 adalah kepala sekolah angkatan pertama era Gubernur Ridwan Kamil. Sejumlah narasi dan inovasi yang dilakukan oleh anggota forum tersaji di grup WA. Melihat potensi FKKS69 yang merupakan bagian dari “pasukan” mimpi bersama meraih Jawa Barat Juara Lahir Batin, sangat mengagumkan.

Sebagai bukti tambah DNK, sejumlah tulisan hasil pemikiran para kepala sekolah mulai mengisi dunia maya dan media cetak. Ia menyatakan kepala sekolah penulis itu penting. Mengapa penting? Di antaranya adalah untuk memberikan keteladanan bagi para guru dan anak didik di era literasi. Tidaklah mungkin era literasi bisa dilaksanakan di setiap sekolah sementara kepala sekolahnya pun tidak suka menulis.

“Eranya kepala sekolah penulis. Eranya kepala sekolah memenuhi media cetak atau medsos dengan sejumlah narasi pendidikan yang eksploratif,” ujarnya.

Kabid PSMA Tak Respons

Semua kiprah berliterasi di atas sangatlah layak mendapat respons positif terutama dari para pemangku jabatan bidang pendidikan. Respons tersebut sebagai apresiasi atas semangat berkarya para guru.

Namun sayang, gayung tak bersambut. Saat redaksi meminta tanggapan kepada Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Yesa Sarwedi tidak menggubris.

Surat permohonan tanggapan kepada PSMA untuk mengapresiasi kegiatan berliterasi di sekolah menengah atas (SMA) sudah dilayangkan pada 16 November 2020. Hanya saja surat yang juga ditembuskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provisi Jawa Dedi Supandi tersebut tak pernah berbalas.

Dua hari setelah berkirim surat, Informasi didapat dari Staf Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Provisi Jawa Barat bahwa Kabid PSMA tengah mengikuti rakor di Bali.

Lalu Kamis (26/11/2020) redaksi mengontak kembali Staf Kabid PSMA via WA. Intinya meminta disampaikan agar Kabid PSMA memberikan tanggapan dimaksud. Untuk memudahkan penyampaian jika terlalu sibuk, tanggapan dari Kabid PSMA bisa dikirim via email atau WA. Kecuali jika memungkinkan, dimohonkan juga waktunya untuk wawancara langsung.

Sayang seribu kali sayang, hingga berita ini dilansir, permohonan tanggapan untuk mengapresiasi semangat berliterasi di sekolah yang tampak menggeliat hingga SMA-SMA yang nun jauh di sana tak pernah didapat.

Tag : No Tag

Berita Terkait