Loading

Di Tengah Gempuran Media Sosial dan Serangan Digital, BRIN Menelisik Daya Tahan Media Siber Depok


Penulis: Lucy
1 Hari lalu, Dibaca : 108 kali


Peneliti BRIN sambangi pengurus dan anggota PWI Kota Depok dalam rangka riset tentang kondisi terkini industri pers.

DEPOK, Medikomonline.comDi tengah derasnya arus digital dan ketatnya persaingan media sosial, dua peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turun langsung ke Kota Depok. Mereka menyambangi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok untuk menggali bagaimana media siber lokal bertahan, menjaga etika, sekaligus menghadapi ancaman sengketa pers

Dua peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dian Andi Nur Aziz dan Arief Dwinanto, menyambangi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Rabu (17/6/2026).  

Kunjungan ke sekretariat PWI Depok di Jalan Melati Raya itu disambut langsung Ketua PWI Rusdy Nurdiansyah bersama jajaran pengurus dan belasan wartawan anggota.  

“Kami datang untuk meneliti efektivitas penegakan standar etik serta adaptabilitas mekanisme swaregulasi sengketa pers dalam mendukung keberlanjutan media siber lokal,” ujar Dian Andi, yang pernah menjadi anggota Pokja Hukum Dewan Pers.  

Riset BRIN ini ditargetkan rampung akhir 2026 dan menghasilkan policy brief yang bisa menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan industri pers.  

Antusiasme PWI Depok

Pengurus PWI Depok menyambut hangat inisiatif tersebut. “Riset ini penting di tengah tantangan media siber menghadapi pesatnya teknologi digital,” kata Rusdy Nurdiansyah.  

Dalam diskusi intensif, peneliti BRIN menggali kondisi bisnis media online di Depok yang kian ketat bersaing dengan media sosial.  

Tantangan Etika dan Sengketa Pers

Peneliti ingin memastikan apakah insan pers masih mampu menegakkan kode etik di tengah tekanan bisnis. “Kami juga menilai apakah mekanisme swaregulasi sengketa pers masih memadai,” tambah Dian Andi, yang juga pernah berkarier di Komnas HAM.  

Ridwan Ewako, Koordinator Bidang Organisasi PWI Depok, menegaskan media siber yang bertahan adalah yang berlandaskan semangat jurnalisme dan profesionalisme.  

Namun, wartawan juga mengungkap adanya kasus sengketa pers yang diproses Dewan Pers, hingga serangan DDoS terhadap situs berita kritis. “Serangan ini jelas mengancam kebebasan pers,” tegas Ridwan.  

Kritik terhadap Pemkot Depok

Selain itu, beberapa wartawan menilai ada pejabat Pemkot Depok yang belum sepenuhnya mendukung perkembangan pers. “Wartawan kritis sering tak kebagian kue iklan,” ungkap Hendrik Isnaini Rauseuky.  

Kunjungan BRIN ke PWI Depok bukan sekadar riset akademis, melainkan refleksi atas masa depan jurnalisme lokal di tengah gempuran digital. Dari etika hingga bisnis, dari sengketa pers hingga ancaman serangan siber, semua menjadi potret nyata tantangan yang dihadapi media siber. Harapannya, hasil penelitian ini bisa menjadi pijakan kebijakan yang lebih berpihak pada kebebasan pers dan keberlanjutan industri media di era teknologi yang terus bergerak cepat.(Lucy)

Tag : No Tag

Berita Terkait