Reporter: Abdul R
4 Hari lalu, Dibaca : 60 kali
SUKAWENING, Medikomonline – Nasib pahit harus kembali dirasakan para petani di Kecamatan Sukawening setelah sebagian besar lahan pertanian mereka mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus yang semakin tidak terkendali. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari para petani yang menilai tidak adanya tindakan nyata dan solusi konkret dari pihak UPT Pertanian Sukawening.
Serangan hama tikus dilaporkan telah berlangsung sejak
awal masa tanam. Tikus-tikus merusak batang padi, memakan bulir yang belum
matang, hingga menyebabkan tanaman roboh dan mati sebelum masa panen.
Akibatnya, hasil panen menurun drastis, bahkan di beberapa petak sawah tidak
dapat dipanen sama sekali.
Salah seorang petani setempat mengungkapkan bahwa
kerugian yang dialami tidak sedikit. Biaya untuk bibit, pupuk, obat-obatan,
serta tenaga kerja sudah dikeluarkan sejak awal, namun hasil yang diharapkan
tidak kunjung diperoleh. “Modal sudah habis, panen gagal. Kami sangat
dirugikan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Para petani mengaku telah berulang kali menyampaikan
keluhan dan laporan kepada pihak UPT Pertanian Sukawening. Mereka berharap
adanya langkah penanganan seperti pemberian racun tikus yang terkoordinasi,
pemasangan rumah burung hantu, penyuluhan pengendalian hama terpadu, hingga
gerakan gropyokan tikus secara massal. Namun hingga musim panen tiba, upaya
tersebut dinilai belum terlihat secara nyata.
Kekecewaan petani semakin bertambah karena menurut
mereka, pendampingan dari petugas pertanian sangat minim. Di saat serangan hama
semakin meluas, para petani merasa dibiarkan berjuang sendiri tanpa arahan
teknis yang memadai. Padahal, peran UPT Pertanian sangat dibutuhkan sebagai
ujung tombak pemerintah dalam membantu petani menghadapi permasalahan di
lapangan.
Gagal panen ini tidak hanya berdampak pada pendapatan
petani, tetapi juga mengancam keberlanjutan usaha tani di wilayah Sukawening.
Beberapa petani mengaku mulai ragu untuk kembali menanam pada musim berikutnya
jika tidak ada jaminan perlindungan dan dukungan dari pemerintah.
Para petani berharap pemerintah daerah segera
mengevaluasi kinerja UPT Pertanian Sukawening dan mengambil langkah cepat untuk
menanggulangi serangan hama tikus. Mereka menuntut adanya tindakan nyata, bukan
sekadar pendataan atau janji, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan
petani tidak lagi menjadi pihak yang paling dirugikan (Abdul R)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back