PENULIS : YONIF - EDITOR : YONIF
19 Jam lalu, Dibaca : 48 kali
Kerajinan Warga Binaan Lapas Kelas II B Indramayu Tembus ke Luar Negeri
“Dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu dan terbukti dikirim ke luar negeri, tujuannya ke Spanyol. Artinya sudah ada hasilnya dan ada market-nya di luar sana,” kata Bupati Lucky Hakim, dilansir Antara, Selasa (29/92026).
Ia menyebutkan produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade tersebut, yang dikirim ke Spanyol berjumlah 510 unit dan pengiriman itu terlaksana melalui kerja sama Lapas Kelas IIB Indramayu dengan PT Coir Indonesia Global.
Lucky mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan pembinaan keterampilan di dalam lapas, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Menurut dia, keterampilan kerja diperlukan agar warga binaan memiliki peluang untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri ketika kembali ke masyarakat.
“Di Lapas ini banyak program pelatihan, bimbingan, sehingga ketika warga binaan selesai menjalani masa di sini, mereka punya keterampilan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelatihan di Lapas Indramayu mencakup berbagai bidang, mulai dari pembuatan kerajinan dan makanan hingga peternakan, pertanian, serta budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.
Lucky mengatakan pemerintah daerah, membuka peluang dukungan untuk mengembangkan program pembinaan tersebut, antara lain melalui pemanfaatan lahan, perbaikan fasilitas, penyediaan bibit, dan fasilitasi kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ia berharap pengembangan keterampilan dan pemasaran produk dapat membuka peluang usaha bagi warga binaan, termasuk bagi mereka yang mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan formal setelah bebas.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan pengiriman produk tersebut merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Program itu, kata dia, mencakup sejumlah kegiatan pembinaan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Yang kita ekspor hari ini adalah bagian dari peningkatan UMKM. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan UMKM di Kabupaten Indramayu,” katanya.
Pihaknya merinci sebanyak 510 unit coir shade yang disiapkan untuk ekspor terdiri atas varian diagonal hanging 3x3 sebanyak 139 unit, diagonal hanging 4x3 sebanyak 210 unit, varian diagonal hanging 3x3 lainnya sebanyak 61 unit, serta triangle 350 sebanyak 100 unit.*** (hyf)
Editor : Yonif
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back