Loading

PWI Indramayu Apresiasi Tiga Tokoh Hebat Menjaga Ketahanan Pangan di Kabupaten Indramayu


Reporter: Yonif - Editor: Yonif
8 Jam lalu, Dibaca : 26 kali


PWI Indramayu mengapresiasi tiga tokoh yang membawa program pemerintah menjaga KPN (YONIF-MEDIKOMOLINE.COM)

PWI Indramayu Apresiasi Tiga Tokoh Hebat Menjaga Ketahanan Pangan di Kabupaten Indramayu

Senin, 27 April 2026 | Pukul: 21:08 WIB

INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM -

Tiga tokoh yang selama ini menjaga ketahanan pangan di kabupaten Indramayu Jawa Barat mendapat Apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu.

Ketiga tokoh itu antara lain, pengusaha H Mulyadi, Prof Dr Ir Ali Zum Mashar, dan Kol Laut (P) Edi Eka Susanto.

Ketua PWI Kabupaten Indramayu H Dedy S Musashi didampingi sekreatris pwi Indramayu Cipyadi dan Waka bidang organisasi PWI kabupaten Indramayu Abdul Gani memberikan apresiasi di depan ratusan petani yang akan melakukan aksi tanam kedelai di lahan seluas 200 hektar di desa Sukamulya kecamatan Tukdana.

Sosok H Mulyadi menurut Demush, telah membawa program ketahanan pangan di kabupaten Indramayu melalui gerakan menanam jagung dan kedelai di lahan lahan yang selama ini tidak termanfaatkan, dia selama ini mampu mengajak kelompok tani untuk bangkit dalam mengatasi ketahanan pangan nasional. 

Ketua PWI Indramayu dua periode itu mengatakan, sosok H Mulyadi ini patut di apresiasi karena telah membangkitkan petani khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan untuk kembali berdaya tanpa harus memikirkan bibit, serta biaya operasional dan penjualan hasil panen yang oleh petani dianggap masih menjadi kendala.

"Ini yang kami apresiasi. Saat petani kesulitan permodalan ingin menanam, ada sosok H Mulyadi yang memberikan kemudahan dalam pemenuhan kebutuhan petani," jelas Dedy Musashi.

Sosok lainnya adalah Prof Dr Ir Ali Zum Mashar, peneliti bioteknologi yang sudah malang melintang melakukan penelitian terhadap tanaman pangan khususnya kedelai di Indonesia.

Menurut Dedy, prof Ali Zum ini memilih lahan di kabupaten Indramayu setelah malang melintang melakukan penelitian terhadap kedelai di berbagai daerah di Indonesia.

"dari mulai Lampung, Menado, Simalungun sudah dilakukan penelitian dengan tujuan agar Indonesia ini tidak bergantung kedelai dari luar negeri," jelas Dedy.

Akhirnya kata Dedy, Prof Ali Zum melakukan penelitian terhadap unsur hara tanah yang ada di lahan bekas tanaman tebu di kabupaten Indramayu. Lahan ini dinilai sangat cocok dengan bibit kedelai hasil penelitiannya.

" Hasil penelitian Prof Ali Zum ini akan diterapkan di Indramayu. Dengan ketersediaan lahan yang ada dan sumber daya manusianya yang mumpuni. Insya Allah ketahanan pangan dan ketergantungan import kedelai akan teratasi disini," jelasnya.

Sosok yang ketiga kata Dedy, Kolonel Laut (P) Edi Eka Susanto, yang merupakan sosok yang telah lama berkecimpung dengan kedelai. Ia merupakan bagian dari Seskab dibawah pimpinan Letkol Teddy yang menterjemahkan gagasan presiden Prabowo Subianto dalam mengurangi ketergantungan import khususnya kedelai.

Dedy mengatakan beliau ini yang menterjemahkan program ketahanan pangan presiden Prabowo melalui Asta Cita nya sehingga memilih Indramayu sebagai lahan tanam kedelai nasional.

"Sama seperti prof Ali Zum. Sosok Kolonel ini juga sudah keliling Nusantara untuk mencari lahan yang cocok ditanami kedelai. Tujuannya agar Indonesia tidak terus terusan import kedelai dari luar negeri," kata Demush.*** (Hyf)

Editor : Yonif

Tag : No Tag

Berita Terkait