Penulis: Dadan Supardan
1 Hari lalu, Dibaca : 48 kali
JAKARTA, Medikomonline – Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengingatkan pentingnya membangun pers yang kritis, independen dan profesional dalam menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Dikatakan,
jurnalisme kebangsaan ini diperlukan untuk memperkuat ketahanan nasional di
tengah persaingan antarbangsa yang ketat dan situasi geopolitik yang serba
tidak pasti saat ini.
"Kita perlu
membangun jurnalisme kebangsaan yang kritis karena cinta kepada bangsa,
independen, profesional dan berintegritas,"ujar Ace Hasan Syadzily pada
Rakernas Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Rakernas FWK
berlangsung dua hari, yakni tanggal 24-25 Oktober 2026, dihadiri tidak kurang
dari 100 orang anggota dan pengurus FWK, termasuk 15 koordinator daerah (Korda)
provinsi dari seluruh Indonesia.
Koordinator FWK,
Raja Parlindungan Pane mengatakan, FWK didirikan sejumlah wartawan senior atas
prakarsa Hendry Ch Bangun, mantan Wakil Ketua Dewan Pers 2019-2022 dan Ketua
Umum PWI Pusat periode 2023-2025.
"Para pendiri
FWK adalah wartawan yang sudah menjalani profesinya setidaknya 20 tahun,
bersertifikat wartawan utama dan memiliki kepedulian terhadap masalah
kebangsaan," ujar Raja Pane.
FWK didirikan
bulan Oktober 2025, persis sekitar setahun yang lalu.
Hendry Bangun
menyebut kehadiran Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily di Rakernas FWK ibarat
botol ketemu tutupnya. Klop.
"FWK hadir
untuk mengintegrasikan nilai-nilai profesional kewartawanan dengan etika
kebangsaan," ujar Hendry Bangun.
Kursus singkat
Mengingat
pentingnya jurnalisme kebangsaan dan peran strategis pers dalam menyebarluaskan
nilai-nilai kebangsaan, maka para wartawan--- termasuk anggota FWK--- akan
dilibatkan dalam kegiatan kursus singkat di Lemhannas.
Ace Hasan Syadzily
menyambut baik ide dan spirit yang dikembangkan FWK. Ini sejalan dengan Program
Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan, Lemhannas.
Dikatakan, kursus
singkat mengenai nilai-nilai kebangsaan ini tak hanya melibatkan birokrat,
akademisi, tokoh masyarakat, unsur TNI dan Polri, tapi juga unsur media
(wartawan).
"Kegiatan ini
akan diperbanyak. Dan, kursus ini gratis untuk wartawan," ujar Ace Hasan
Syadzily yang langsung disambut tepuk tangan peserta Rakernas FWK.
Langkah Lemhannas
ini sudah ditandai kerjasama dengan PWI Pusat, beberapa waktu lalu.
Dalam rakernas
FWK, hadir pula Sekjen PWI Pusat Martin Slamet, Ketua Umum JMSI Dr Teguh
Sentosa dan Ketua Umum FPRMI Bernadus Wilson dan Ketua Asosiasi Media
Konvergensi Indonesia (AMKI) Dadang Rachmat.
Menurut Gubernur
Lemhannas, pers menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun risiliensi
nasional.
Dikatakan, peran
pers sangat strategis dalam membangun ketahanan nasional apalagi di tengah
masih lemahnya literasi digital masyarakat.
"Dalam
kondisi seperti ini, masyarakat gampang sekali terpancing, tersulut, dengan
berita-berita hoax dan ujaran kebencian," tambahnya.
Ditegaskan,
resiliensi tidak berarti membatasi kritik. Justru masyarakat yang tangguh
adalah masyarakat yang mampu menerima kritik berbasis fakta, mengoreksi
kesalahan, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
"Oleh karena
itu, kemerdekaan pers dan profesionalisme pers harus dipandang sebagai dua hal
yang saling memperkuat," jelas Ace Hasan Syadzily.
Di akhir acara
rakernas, FWK menyampaikan dekralasi yang dibacakan oleh Sekjen FWK, Dr. Budi
Nugraha.
"Semoga FWK
menjadi rumah bersama bagi wartawan yang memiliki integritas, keberanian,
kepedulian sosial dan komitmen kebangsaan," ujar Budi Nugraha. *
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back