Penulis: Dadan Supardan
17 Jam lalu, Dibaca : 57 kali
JAKARTA - Diskusi kebangsaan yang diselenggarakan oleh Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyoroti arah masa depan Indonesia di tengah berbagai persoalan krusial dan kegelisahan publik.
Dalam forum tersebut, para narasumber sepakat bahwa
refleksi kritis terhadap perjalanan bangsa menjadi hal yang mendesak untuk
segera dilakukan.
A.R Loebis dalam pandangannya menyatakan bahwa
momentum saat ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk kembali mendalami
pemikiran para pendiri bangsa sekaligus menggelorakan semangat nasionalisme di
kalangan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa FWK hadir bukan untuk membahas
figur atau individu tertentu, melainkan murni membicarakan arah serta masa
depan bangsa Indonesia.
Kendati demikian, nada tajam dan kritis turut
disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Ch Bangun. Ia menyoroti
kinerja lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto yang dinilainya minim
pengalaman dalam bernegara.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat para pembantu
presiden cenderung bekerja hanya untuk menyenangkan atasan tanpa orientasi
kenegaraan yang matang.
Situasi ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi
memicu apatisme di tengah masyarakat akibat pengelola negara yang dianggap
kurang kompeten.
Diskusi ini juga merefleksikan kegelisahan masyarakat
luas yang merasa bahwa di usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81, kemerdekaan
yang dicita-citakan belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat.
Muncul pandangan kritis bahwa institusi negaranya
memang sudah merdeka, namun kemerdekaan yang hakiki bagi kesejahteraan rakyat
masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.
Diskusi ini merupakan Refleksi Kemerdekaan HUT RI ke
81, terkait masa depan Indonesia melihat kondisi kebangsaan yang ada saat ini.
Pada peserta diskusi menyoroti berbagai masalah
terkait dengan program pemerintah, seperti MBG dan KDMP, situasi pelaksanaan
hukum yang cenderung tumpul ke atas tajam ke bawah, dan hidup masyarakat yang
semakin sulit karena banyak PHK, pengangguran besar, pendapatan turun, dan
harga bahan pokok yang cenderung naik.
Hadir dalam diskusi Pemred VOI Iqbal Irsyad, mantan
Sekretaris Redaksi Kompas, M Nasir, wartawan senior Budi Nugraha, Tatang
Suherman, Sigit Setiono, Herwan Pebriansyah, Rudi Sitompul, Elwan Charisma,
Fajar Ridwan Rahmat, Junie Rakhmat, Mukhsin dan lainnya.

Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back