PEnulis: Dadan Supardan
14 Jam lalu, Dibaca : 50 kali
NEW YORK, beritadisdik.com — Posisi Papua sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia telah sah di mata hukum internasional. Proses integrasi yang diawali Perjanjian New York tahun 1962 dan dilanjutkan dengan Pernyataan Pendapat Rakyat (Pepera) sebagai pelaksanaan mekanisme self determination tahun 1969 telah disahkan Majelis Umum PBB melalui Resolusi 2504.
Direktur Geopolitik GREAT Institute Dr. Teguh Santosa
menilai, upaya segelintir pihak yang ingin membawa kembali isu Papua ke PBB
patut dikecam karena mengabaikan fakta sejarah dan pengakuan dunia
internasional.
Selain itu, isu perbedaan ras yang kerap digunakan
oleh segelintir pihak itu berbahaya dan justru menjauhkan persoalan sebenarnya
yang sedang dihadapi masyarakat Papua, yakni percepatan pembangunan dan
pemberantasan korupsi, serta ancaman kekerasan dari kelompok kriminal
bersenjata (KKB).
“Integrasi Papua ke Indonesia sudah sesuai dengan
prinsip penentuan nasib sendiri atau self determination berupa Pernyataan
Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969 sejalan dengan Perjanjian New York tahun
1962,” ujar Teguh yang juga dosen hubungan internasional Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
“Karena telah sesuai dengan prinsip self
determination, tahun 1969 Majelis Umum PBB menerbitkan Resolusi No. 2504 dan
mengeluarkan Papua dari daftar non-self governing teritorries yang dibahas
Komite 4 PBB,” ujar Teguh lagi.
Pernyataan Teguh disampaikan untuk merespon pernyataan
seorang petisioner dalam isu dekolonisasi Kaledonia Baru di sidang Komite 4 PBB
hari Selasa lalu, 6 Oktober 2026, di Markas PBB di New York.
Petisioner itu, Ronald Waromi, menyelipkan istilah
“West Papua” yang merujuk pada wilayah Papua yang merupakan bagian dari
Indonesia dalam pernyataannya. Tindakan Ronald ini jelas melanggar aturan dan
tertib sidang.
Sebelum mempersilakan petisioner menyampaikan
pendapat, Duta Besar Coly Seck dari Senegal yang menjadi pimpinan sidang juga
telah memperingatkan para petisioner untuk tidak membahas teritori lain di luar
yang dibahas Komite Politik Khusus dan Dekolonisasi itu.
Pernyataan Ronald Waromi segera diprotes diplomat
Indonesia, Nara Masista Rakhmatia. Dia mengingatkan bahwa pernyataan sang
petisioner tidak sesuai dengan tata tertib sidang dan “West Papua” sama sekali
tidak dibahas Komite 4 PBB.
Protes delegasi Indonesia itu diterima Dubes Seck. Ia
memberikan peringatan keras kepada petisioner yang offside itu untuk mematuhi
tata tertib dan tidak membawa-bawa hal yang tidak menjadi agenda Komite 4
PBB.
“Sebelum yang bersangkutan berbicara, saya telah
mengingatkan para pembicara (petisioner) agar tidak merujuk pada
wilayah-wilayah selain wilayah yang ada dalam agenda Komite,” ujar Dubes Seck.
Ketika peristiwa itu terjadi Teguh berada di balkon
petisioner di dalam ruangan sidang, dan sedang menunggu pembahasa sengketa
Sahara Barat di mana ia menjadi salah seorang petisioner.
Teguh yang juga anggota Lembaga Hubungan dan Kerja
Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah serta Ketua Umum Jaringan Media Siber
Indonesia (JMSI) telah empat kali berpartisipasi dalam sidang Komite 4 PBB
untuk membahas sengketa Sahara Barat.
Dalam petisinya, Teguh mengatakan, sudah saatnya
penyelesaikan sengketa Sahara Barat menggunakan Resolusi Keamanan PBB No. 2797
yang diterbitkan tahun lalu sebagai satu-satunya kompas.
Dalam resolusi itu, Dewan Keamanan menilai proposal
otonomi khusus yang disampaikan Kerajaan Maroko merupakan jalan keluar yang
paling kredibel dan dapat diandalkan untuk menghentikan sengketa dan
melanjutkan agenda pembangunan Sahara.
“Menjadi petisioner dalam isu dekolonisasi memang
tidak mudah. Seorang petisioner dituntut untuk benar-benar objektif dan tidak
boleh emosional. Selain itu, pemahaman yang luas mengenai duduk perkara dan
sejarah sengketa sangat dibutuhkan, sehingga petisi yang diajukan fokus untuk
menyelesaikan sengketa yang dibicarakan,” demikian Teguh.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back