Reporter: Iyans
16 Jam lalu, Dibaca : 29 kali
JAKARTA Medikomonline.com– Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Direktorat Jenderal Imigrasi memperkuat pengawasan di pintu-pintu perlintasan negara melalui pemanfaatan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7).
Sistem tersebut
memungkinkan petugas imigrasi melakukan verifikasi secara lebih cepat terhadap
individu yang terindikasi masuk dalam daftar buronan internasional di 196
negara anggota Interpol.
Peluncuran
aplikasi I-GHAS 24/7 berlangsung di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Kamis
(5/11/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan pertukaran
informasi antara Polri dan Imigrasi dalam menangani kejahatan lintas negara.
Direktur Jenderal
Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyambut baik inisiatif Divisi Hubungan
Internasional (Divhubinter) Polri tersebut. Menurutnya, sistem ini menjadi
langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dan koordinasi
petugas di berbagai wilayah perlintasan.
"Inisiasi
dari Divhubinter untuk membuat I-GHAS 24/7 ini kami sambut dengan sangat baik.
Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di
daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar
lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat," ujar Hendarsam. dalam siaran
persnya yang disampaikan Koordinator Fungsi Komunikasi Publik Ditjen Imigrasi
5/11/2026.
Ia menegaskan,
pengawasan perbatasan yang efektif membutuhkan dukungan teknologi dan sistem
informasi yang akurat. Hal tersebut penting untuk mendeteksi serta mencegah
berbagai ancaman kejahatan transnasional sejak dari pintu masuk Indonesia.
"Komitmen
kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang
sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat," tegasnya.
Peluncuran I-GHAS
24/7 turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kepala Divisi
Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen Pol Untung Widyamoko.
Melalui platform
tersebut, petugas imigrasi di berbagai pintu perlintasan dapat terhubung
langsung dengan Divhubinter Polri untuk melakukan identifikasi, verifikasi,
serta koordinasi penanganan buronan internasional maupun pelaku kejahatan
lintas negara.
Kapolri Jenderal
Polisi Suyudi Ario Seto menjelaskan, pemanfaatan teknologi ini menjadi
kebutuhan penting dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional,
termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan narkotika.
"Ini adalah
terobosan yang dilakukan secara kolaboratif antara Polri dan Imigrasi
Indonesia. Tentunya ini untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan
juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia," kata Suyudi.
Ke depan,
pengembangan I-GHAS 24/7 direncanakan mencakup integrasi teknologi kecerdasan
buatan atau artificial intelligence (AI) serta pemanfaatan data biometrik yang
ditargetkan pada 2027.
Hendarsam
berharap, integrasi teknologi dan pertukaran data tersebut dapat semakin
memperkuat pengawasan lalu lintas orang di wilayah perbatasan tanpa
mengesampingkan kelancaran pelayanan keimigrasian kepada masyarakat.
"Melalui
integrasi data ini, Imigrasi dan Polri berupaya memperketat pengawasan lalu
lintas orang di perbatasan tentunya tanpa mengesampingkan kelancaran pelayanan
keimigrasian bagi masyarakat," tutupnya. (Iyans)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back