Reporter: Ganda TB
1 Jam lalu, Dibaca : 19 kali
CIMAHI, Medikomonline – Nama Kota Cimahi kembali berkibar di panggung olahraga Jawa Barat. Tim Cimahi Berkibar sukses menunjukkan kualitas dan mental juaranya dalam ajang West Java Open Taekwondo 2026 dengan memborong 21 medali, terdiri atas 3 emas, 6 perak, dan 12 perunggu.
Capaian tersebut sekaligus
mengantarkan Cimahi Berkibar menempati peringkat ke-9 klasemen perolehan medali
dari puluhan kontingen yang ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Prestasi ini bukan sekadar angka
dalam daftar klasemen. Raihan 21 medali menjadi gambaran nyata bahwa pembinaan
taekwondo di Kota Cimahi terus bergerak, berkembang dan mulai menunjukkan daya
saing yang semakin kuat di level Jawa Barat, nasional, bahkan internasional.
Di bawah kepemimpinan Ketua
Taekwondo Kota Cimahi Firaldi Akbar, prestasi demi prestasi terus
ditorehkan.
West Java Open 2026 pun menjadi
salah satu panggung penting untuk mengukur sejauh mana hasil pembinaan atlet
Cimahi mampu bersaing menghadapi kontingen-kontingen terbaik lainnya.
Tiga Hari, 21 Medali Dipersembahkan Atlet Cimahi
Perjuangan kontingen Cimahi
Berkibar dimulai pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sejak hari pertama, para atlet
langsung menunjukkan performa kompetitif.
Adri Noval membuka keran emas
dengan meraih juara pada kategori Cadet U61 Putra.
Sementara Qaireen menyumbangkan
medali perak pada kategori PCB U24 Putri, sedangkan Dio membawa pulang perunggu
dari kategori PCB U22 Putra.
Performa para atlet Cimahi semakin
menggila pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebanyak 10 medali berhasil dikoleksi
dalam satu hari pertandingan.
Tiga medali emas dipersembahkan
Bani pada kategori Junior U48 Putra, Erlangga pada PCC U40 Putra, serta Keyra
pada PCC U26 Putri.
Medali perak kemudian diraih M.
Najwan Shofa pada PCC U26 Putra dan Lutfie Dzaky pada PCC U46 Putra.
Sementara itu, medali perunggu
dipersembahkan Fabian pada Junior U55 Putra, Isa pada Junior O78 Putra, Rayya
pada Junior O68 Putri, M. Dzaky Elfath pada Cadet U46 Putra, serta Arika pada
PCC U37 Putri.
Puncak perjuangan berlangsung pada
Minggu, 16 Agustus 2026. Mental bertanding para atlet Cimahi kembali diuji
dalam persaingan ketat berbagai kategori.
Hendro berhasil mengamankan medali
perak pada Senior U63 Putra. Medali perunggu masing-masing dipersembahkan
Bintang pada Senior U68 Putra, Gema pada Senior O87 Putra, dan Kiran pada
Junior U46 Putri.
Pada nomor individual, Fahri meraih
perunggu pada Individual Junior Putra, Satria perunggu pada Individual Senior
Putra, Hasan perunggu pada Freestyle Individual Junior Putra, serta Shaskia
perunggu pada Freestyle Individual Senior Putri.
Tak berhenti di nomor individual,
prestasi juga datang dari nomor pasangan dan beregu. Satria dan Margaret sukses
meraih perak pada nomor Pair Junior.
Sementara Margaret, Reyma dan
Sylvia mempersembahkan medali perak dari nomor Beregu Putri.
Dengan demikian, tiga hari perjuangan
tersebut ditutup dengan torehan 3 emas, 6 perak dan 12 perunggu atau total 21
medali.
Cimahi Berkibar, Bukti Pembinaan Tak Sekadar Wacana
Manager Sabeum Pei Sarpras
Taekwondo Kota Cimahi, M. Rifai, menilai raihan 21 medali di West Java Open
2026 merupakan buah dari proses panjang yang tidak lahir secara instan.
“Dengan mengucapkan
Bismillahirrahmanirrahim, perjalanan Team West Java Open secara resmi ditutup
pada Minggu, 16 Agustus 2026. Namun, torehan prestasi yang dibawa pulang para
atlet Cimahi menjadi catatan penting bagi perjalanan pembinaan olahraga di Kota
Cimahi,” jelas Rifai.
Menurutnya, setiap medali memiliki
cerita tersendiri. Ada proses latihan, disiplin, pengorbanan, keberanian,
strategi serta mental bertanding yang harus dibangun secara konsisten.
Karena itu, capaian 3 emas, 6 perak
dan 12 perunggu tidak semata-mata harus dilihat dari jumlah medalinya.
Lebih jauh, prestasi tersebut
menjadi indikator bahwa ekosistem pembinaan taekwondo di Kota Cimahi mulai
berjalan dengan arah yang semakin jelas.
“Ini bukan sekadar mengejar
prestasi sesaat, tetapi bagaimana membangun sistem pembinaan berkelanjutan
sehingga semakin banyak atlet Cimahi mampu menembus kompetisi regional,
nasional bahkan internasional,” tutur Rifai.
Masuk 10 Besar, Cimahi Mulai Diperhitungkan
Dalam klasemen West Java Open
Taekwondo 2026, Cimahi Berkibar menempati posisi kesembilan dengan koleksi 21
medali.
Posisi teratas ditempati Bogor City
dengan 18 emas, 6 perak dan 11 perunggu atau total 35 medali.
Di posisi kedua terdapat Legion
Team dengan 11 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Bekasi Satu berada di
posisi ketiga dengan 9 emas, 11 perak dan 11 perunggu.
Di tengah ketatnya persaingan
tersebut, Cimahi mampu menembus jajaran 10 besar. Yang lebih penting, medali
diperoleh dari berbagai kelompok usia serta nomor pertandingan.
Hal itu menjadi sinyal positif
bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi tidak bertumpu pada satu atau dua nama
saja.
Firaldi Akbar: Prestasi Cimahi Terus Menanjak
Ketua Taekwondo Kota Cimahi Firaldi
Akbar menegaskan bahwa capaian di West Java Open 2026 merupakan bagian dari
perjalanan panjang pembinaan yang terus dibangun sejak kepengurusannya.
Menurut Firaldi, perkembangan
prestasi Taekwondo Cimahi terlihat cukup signifikan dalam beberapa tahun
terakhir.
“Untuk perolehan medali secara
keseluruhan sejauh ini sudah cukup banyak. Salah satu pencapaian yang paling
terlihat dan signifikan adalah di ajang POPDA 2025 kita meraih satu emas,”
ungkap Firaldi.
Ia menjelaskan, sejak dirinya
memimpin Taekwondo Kota Cimahi pada Mei 2025, terjadi peningkatan posisi yang
cukup mencolok dalam persaingan antarkabupaten/kota di Jawa Barat.
Pada BK Porprov akhir 2025, posisi
Taekwondo Kota Cimahi yang sebelumnya berada di peringkat belasan bahkan
puluhan berhasil terdongkrak hingga peringkat keempat tingkat kabupaten/kota
se-Jawa Barat.
“Ini tentu menjadi indikator bahwa
pembinaan yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil. Tetapi bagi kami, prestasi
tersebut bukan tujuan akhir,” tegasnya.
Bukan Hanya Kyorugi dan Poomsae, Freestyle Mulai
Berkembang
Transformasi pembinaan juga
terlihat dari semakin luasnya nomor pertandingan yang dikembangkan.
Jika sebelumnya pembinaan di
Pengcab Kota Cimahi dan Pelatcab lebih banyak berfokus pada Kyorugi dan
Poomsae, kini kategori Freestyle mulai mendapat perhatian lebih serius.
Firaldi menyebut, kategori
freestyle sebelumnya memang sudah pernah diikuti atlet Cimahi. Namun ketika itu
jumlah atlet yang terlibat masih sangat terbatas.
Kini, perkembangan atlet freestyle
di Kota Cimahi menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.
“Pertumbuhan atlet untuk kategori
freestyle di seluruh Kota Cimahi sudah mengalami peningkatan yang cukup
signifikan,” ujarnya.
Perluasan nomor tersebut dinilai
penting karena memberikan ruang lebih besar bagi atlet untuk mengembangkan
potensi sesuai karakter dan keunggulan masing-masing.
Dari Cimahi Menuju Nasional dan Internasional
Prestasi Taekwondo Cimahi juga
tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota maupun Jawa Barat.
Sejumlah atlet telah menorehkan
prestasi di berbagai level, mulai tingkat daerah, provinsi, nasional hingga
internasional.
Salah satu pencapaian yang menjadi
kebanggaan adalah keberhasilan atlet Cimahi meraih juara pertama dalam ajang
internasional di Thailand pada 2025 untuk kategori Poomsae Pair.
Pencapaian tersebut sekaligus
memperlihatkan bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi memiliki prospek yang
sangat positif.
Kepercayaan terhadap kualitas atlet
Cimahi juga tercermin dari keterlibatan sejumlah atlet dalam berbagai agenda
tingkat Jawa Barat maupun nasional.
Beberapa atlet Cimahi aktif
mengikuti seleksi Kejuaraan Nasional sebagai bagian dari perwakilan Jawa Barat
hingga dipercaya ambil bagian dalam tim demonstrasi pada program kerja resmi
Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
“Keikutsertaan atlet-atlet Cimahi
di level Jawa Barat bahkan pusat ini menjadi bukti nyata adanya kepercayaan
terhadap potensi dan kualitas atlet kita di Kota Cimahi,” kata Firaldi.
Masuk 10 Besar, Cimahi Mulai Diperhitungkan
Dalam klasemen West Java Open
Taekwondo 2026, Cimahi Berkibar menempati posisi kesembilan dengan koleksi 21
medali.
Posisi teratas ditempati Bogor City
dengan 18 emas, 6 perak dan 11 perunggu atau total 35 medali.
Di posisi kedua terdapat Legion
Team dengan 11 emas, 5 perak dan 9 perunggu. Sedangkan Bekasi Satu berada di
posisi ketiga dengan 9 emas, 11 perak dan 11 perunggu.
Di tengah ketatnya persaingan
tersebut, Cimahi mampu menembus jajaran 10 besar. Yang lebih penting, medali
diperoleh dari berbagai kelompok usia serta nomor pertandingan.
Hal itu menjadi sinyal positif
bahwa regenerasi atlet Taekwondo Cimahi tidak bertumpu pada satu atau dua nama
saja.
Target Firaldi: Cimahi Jadi Barometer Taekwondo Jawa
Barat
Firaldi Akbar menegaskan, tantangan
terbesar ke depan bukan hanya memperbanyak jumlah atlet, tetapi memastikan
kualitas pembinaan meningkat secara berkelanjutan.
Ia berharap Taekwondo Kota Cimahi
dapat berkembang menjadi barometer pembinaan taekwondo terbaik di Jawa Barat.
“Fokus utama kita bukan sekadar
mencetak atlet dalam jumlah yang banyak, melainkan membangun kualitas atlet
yang berdaya saing tinggi,” kata Firaldi.
Ia ingin Kota Cimahi memiliki
ekosistem taekwondo yang unggul dan solid dari berbagai aspek, mulai pembinaan
karakter, kualitas latihan, fasilitas, tata kelola organisasi hingga
konsistensi prestasi.
“Harapan saya ke depan, Taekwondo
Kota Cimahi dapat menjadi barometer serta tolok ukur pembinaan olahraga
taekwondo terbaik di Jawa Barat,” tegasnya.
Menurut Firaldi, pembangunan
prestasi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.
Atlet bukan hanya dituntut memiliki
kemampuan teknik dan fisik, tetapi juga kedisiplinan, sportivitas, mental
tangguh serta kemampuan membawa nama baik Kota Cimahi.
21 Medali Bukan Garis Akhir
West Java Open Taekwondo 2026
akhirnya ditutup dengan catatan manis bagi Cimahi Berkibar.
21 medali, peringkat kesembilan,
serta munculnya atlet-atlet dari berbagai kategori menjadi bukti bahwa
Taekwondo Cimahi sedang bergerak menuju level persaingan yang lebih tinggi.
Namun, bagi jajaran pengurus,
pelatih dan atlet, capaian tersebut bukanlah garis akhir.
Justru dari 21 medali itulah tantangan baru dimulai.
Cimahi kini memiliki pekerjaan
besar untuk mempertahankan tren positif, meningkatkan kualitas pembinaan,
memperkuat regenerasi dan membawa lebih banyak atlet menuju panggung nasional
hingga internasional.
Cimahi Berkibar bukan sekadar nama sebuah
kontingen.
Ia menjadi simbol semangat, kerja
keras dan tekad untuk mengibarkan nama Kota Cimahi melalui prestasi olahraga.
West Java Open 2026 boleh berakhir.
Tetapi perjuangan Taekwondo Cimahi untuk menjadi kekuatan utama Jawa Barat baru
saja dimulai.
Cimahi berkibar, prestasi menyala,
dan nama Kota Cimahi semakin diperhitungkan di arena taekwondo.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back