Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 48 kali
Peresmian yang digelar langsung di lokasi TPST tersebut
menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN)
Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026.
Peringatan HPSN yang jatuh setiap 21 Februari memiliki
makna historis mendalam bagi Cimahi.
Tragedi longsor Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah
pada 2005 menjadi pengingat kuat bahwa persoalan sampah harus ditangani secara
serius, terencana, dan berkelanjutan.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa HPSN tidak
sekadar seremoni, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berdampak
langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
“Peresmian TPST Utama Cimahi Selatan ini merupakan wujud komitmen
kami untuk terus berbenah.
Sampah tidak boleh lagi menjadi ancaman, tetapi harus
dikelola secara bertanggung jawab agar memberi manfaat serta menjamin
keselamatan lingkungan,” ujar Ngatiyana.
Ia menjelaskan, TPST Utama Cimahi Selatan dirancang
memiliki kapasitas pengolahan 10 hingga 15 ton sampah per hari.
Dengan total timbulan sampah Kota Cimahi mencapai sekitar
234 ton per hari, fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi beban pengangkutan
ke TPA sekaligus memperkuat program Cimahi Zero to TPA.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Cimahi, Chanifah Listyarini, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah merupakan
isu strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
Dengan jumlah penduduk sekitar 584 ribu jiwa (Data SIPSN
2025), produksi sampah Kota Cimahi berkisar antara 234 hingga 250 ton per hari.
“Saat ini tingkat pengelolaan sampah Kota Cimahi baru
mencapai sekitar 49,6 persen. Artinya, masih ada pekerjaan besar untuk menutup
lebih dari 50 persen sampah yang belum terkelola optimal,” ungkapnya.
Sebelum TPST Cimahi Selatan beroperasi, Pemkot Cimahi
telah memiliki dua TPST utama, yakni TPST Santiong dan TPST Lebaksaat di
wilayah Cimahi Utara.
Namun, meningkatnya timbulan sampah dan kebutuhan layanan
pengolahan membuat kehadiran TPST Cimahi Selatan menjadi langkah strategis
dalam pemerataan layanan, peningkatan kapasitas, serta penguatan sistem
pengelolaan sampah terpadu.
Chanifah menjelaskan, fasilitas TPST ini memanfaatkan
bangunan eks pabrik yang sudah tidak beroperasi, sehingga proses penyediaan
sarana dapat dilakukan lebih cepat.
Selain pengolahan utama, TPST ini juga dilengkapi unit
finishing goods yang mampu mengolah residu menjadi produk bernilai guna seperti
refuse derived fuel (RDF) untuk kebutuhan industri.
“TPST ini kami dedikasikan untuk melayani wilayah Cimahi
Selatan yang menampung lebih dari separuh penduduk Kota Cimahi.
Keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan
masyarakat, terutama dalam pemilahan sampah dari sumber,” jelasnya.
Lebih lanjut, Chanifah menegaskan bahwa peresmian TPST
bukanlah titik akhir, melainkan awal penguatan jaringan pengolahan sampah di
seluruh wilayah Cimahi.
Selain RDF, pengembangan pengolahan sampah juga diarahkan
pada produk bernilai tambah seperti kompos standar, biomassa, maggot kering,
biji plastik, hingga paving block.
Ia menekankan, pengelolaan sampah tidak hanya menyangkut
aspek teknis operasional, tetapi juga pembiayaan, partisipasi masyarakat, serta
penguatan kelembagaan dan regulasi.
Melalui momentum HPSN 2026, Pemerintah Kota Cimahi
berharap peresmian TPST Utama Cimahi Selatan menjadi tonggak penting menuju
sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus mempertegas
komitmen menghadirkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi
masyarakat.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back