Loading

RESPON KELANGKAAN AIR, ENAM CAMAT, KUWU DAN KTNA DI WILAYAH BARAT KUNJUNGI SALAMDARMA


PENULIS : YONIF - EDITOR : YONIF
1 Hari lalu, Dibaca : 46 kali


Respon keluhan petani, 6 camat di wilayah barat sambangi Salamdarma, Rabu (22/7/2026) (Yonif-Medikom)

RESPON KELANGKAAN AIR, ENAM CAMAT, KUWU DAN KTNA DI WILAYAH BARAT KUNJUNGI SALAMDARMA

Kamis, 23 Juli 2026 | Pukul: 12:15 WIB

INDRAMAYU, MEDIKOMONLINE.COM – Krisis kelangkaan air untuk mengairi sawah di musim tanam tahun 2026 yang terjadi di wilayah barat Indramayu mengundang keprihatinan semua pihak, termasuk para Camat, Kuwu dan KTNA yang ada di wilayah barat tersebut.

Merespon keluhan para petani itu, sedikitnya 6 Camat di antaranya; Camat Patrol, Camat Sukra, Camat Anjatan, Camat Bongas, Camat Kandanghaur, dan Camat Gabuswetan bersama para Kuwu dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), menyambangi Bendung Salamdarma guna memastikan keberadaan air di Bendung Salamdarma, Rabu (22/7/2026).

Para Camat, Kuwu dan KTNA tersebut ditemui langsung Supervisor Bendung Salamdarma Ade Romansyah.

Dalam pertemuan tersebut, para Camat mengutarakan, kunjungan ini merupakan upaya yang sejalan dengan aspirasi masyarakat petani di 6 kecamatan, terkait kelangkaan air yang menyebabkan kekeringan pada sektor pertanian tanaman pangan khususnya padi musim tanam gadu tahun 2026.

Sekaligus juga untuk memastikan agar suplay air dari Bendung Salamdarma ada penambahan kubikasi air yang semula 14 meter kubik menjadi 20 hingga 25 meter kubik.

“Hal itu sesuai jadwal gilir giring air untuk 6 kecamatan, supaya kebutuhan air sektor pertanian bisa terpenuhi,” paparnya.

Supervisor Bendung Salamdarma, Ade Romansyah menyambut baik kedatangan para Camat, Kepala Desa, dan KTNA menyambangi Bendung Salamdarma.

“Kami juga salut sekali kepada para camat yang bersama–sama berjuang menanggapi keluhan para petani, terkait kelangkaan air pada musim tanam padi musim gadu,” ucapnya.

Menurut Ade Romansyah, untuk musim tanam padi serentak di tahun 2026 ini sangat berat, karena tanam serentak dilaksanakan di dua wilayah yaitu wilayah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Subang.

Untuk debit pembagian air yang ada harus dibagi 5 saluran skunder.

Jadi untuk penambahan kubikasi air hingga 20 atau 25 meter kubik sesuai permintaan para petani akan kita teruskan ke pimpinan. " Tadi Pak Camat dengan Pak Sugeng yang akan berupaya menemui atasan kami secara struktural, baik dari PJT atau BBWS,” terangnya.*** (Hyf)

Editor : Yonif

Tag : No Tag

Berita Terkait