Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 42 kali
CIMAHI, Medikomonline – Suasana Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi tampak berbeda pada Rabu (4/3/2026).
Pemerintah Kota
Cimahi menggelar Rembuk Stunting 2026 sebagai bagian dari aksi konvergensi
pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi pentahelix.
Kegiatan tersebut
dihadiri langsung Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira, didampingi Anggota
DPRD Kota Cimahi, unsur Forkopimda, para Kepala OPD, camat, lurah se-Kota
Cimahi, serta menghadirkan narasumber Nyimas Diane Wulansari.
Tekankan Kolaborasi
dan Integrasi Data.
Dalam sambutannya,
Adhitia menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar isu gizi, melainkan
cerminan masa depan generasi Kota Cimahi.
“Kalau bicara
stunting, kita bicara dari gizi sejak dini hingga pola asuh. Tapi juga ini
tentang masa depan kota ini. Penanganannya harus terintegrasi dan
berkelanjutan,” tegasnya.
Ia memaparkan bahwa
prevalensi stunting di Kota Cimahi menunjukkan tren penurunan, dari 24,5 persen
pada 2024 dan menurun pada 2025. Meski demikian, tantangan masih ada, termasuk
kemiskinan ekstrem dan persoalan sosial yang menjadi faktor risiko.
Menurutnya, penanganan
stunting tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral.
“Data tidak bisa lagi
berdiri sendiri. Harus konvergen. Cimahi Utara, Tengah, dan Selatan punya
karakteristik berbeda. Latar belakang demografi dan sosial masyarakatnya juga
berbeda. Maka solusi pun harus spesifik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Target Turun Hingga 12
Persen.
Adhitia menargetkan
pada 2026 angka prevalensi stunting dapat ditekan hingga 12 persen. Ia mengakui
target tersebut bukan perkara mudah, namun optimisme dan kerja kolaboratif
harus terus dijaga.
“Ini bukan soal siapa
paling banyak bekerja, tapi bagaimana kita menghasilkan musyawarah yang konkret
dan aksi nyata. Kolaborasi adalah kunci,” katanya.
Ia juga menyoroti
pentingnya edukasi keluarga, penguatan program KB pasca pernikahan, peningkatan
kualitas pendidikan, serta intervensi berbasis wilayah. Rendahnya tingkat
pendidikan dan kondisi ekonomi keluarga dinilai turut memengaruhi risiko
stunting di masyarakat.
Rembuk Stunting 2026,
lanjutnya, bukan sekadar forum diskusi, melainkan momentum memperkuat komitmen
bersama.
“Ini momentum
silaturahmi, momentum menyatukan persepsi. Kita harus optimis. Cimahi bisa
berseri tanpa stunting jika kita bergerak bersama,” tandasnya.
Melalui pendekatan
pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan
media, Pemkot Cimahi berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan
lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan demi terwujudnya generasi sehat dan
berkualitas di masa depan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back