Loading

Wali Kota Cimahi Dorong Jajaran RSUD Cibabat Tetap Kompak dan Profesional


Reporter: Ganda TB
1 Jam lalu, Dibaca : 28 kali


Wali Kota Cimahi Dorong Jajaran RSUD Cibabat Tetap Kompak dan Profesional

CIMAHI, Medikomonline – Penataan kawasan RSUD Cibabat bukan sekadar mempercantik wajah rumah sakit. 

Di balik gerakan penghijauan dan penataan taman, Wali Kota Cimahi Ngatiyana menitipkan pesan tegas kepada seluruh jajaran rumah sakit agar tetap solid, profesional dan tidak mudah patah semangat menghadapi berbagai kritik.

Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat menghadiri penanaman pohon pengganti di kawasan Taman RSUD Cibabat, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Ngatiyana turut didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Utama RSUD Cibabat, unsur Ormas LMP, Paku Sunda serta para tamu undangan.

Ngatiyana mengatakan, RSUD Cibabat merupakan salah satu fasilitas kesehatan utama sekaligus menjadi tujuan masyarakat Kota Cimahi yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, rumah sakit harus memiliki lingkungan yang tertata, mudah dikenali dan memberikan kesan nyaman kepada pasien maupun keluarga pasien.

“RSUD Cibabat ini menjadi episentrum pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, rumah sakit harus mampu memberikan pelayanan yang aman, mudah dijangkau dan memiliki ciri khas sehingga masyarakat mudah mengenalinya,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, penataan bagian depan rumah sakit dilakukan karena sebelumnya kawasan tersebut tertutup pepohonan yang tumbuh terlalu besar dan lebat. Kondisi itu membuat wajah RSUD Cibabat tidak terlihat jelas dari luar.

Selain pemangkasan dan penebangan sejumlah pohon, penataan juga menyasar taman, pagar serta keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar area depan rumah sakit.

“Tujuannya supaya wajah rumah sakit terlihat. Selama ini yang terlihat dari luar hanya pohon dan PKL. Sekarang kita tata agar masyarakat ketika datang bisa langsung mengetahui bahwa ini RSUD Cibabat,” jelasnya. Pohon Diganti, Penghijauan Tetap Berjalan.

Meski dilakukan penebangan dan pemangkasan, Ngatiyana menegaskan penghijauan di kawasan RSUD Cibabat tidak boleh hilang.

Sebagai pengganti pohon yang dipotong, Pemerintah Kota Cimahi melakukan penanaman kembali dengan memilih sejumlah jenis tanaman, termasuk pohon durian yang dinilai memiliki manfaat jangka panjang.

“Ini sebagai pengganti pohon yang telah dipotong maupun dipangkas. Kita tanam kembali supaya taman lebih indah. Kalau pohon buah sudah besar, nantinya juga akan menghasilkan buah,” katanya.

Ia bahkan berkelakar bahwa jika pohon durian tersebut sudah berbuah, siapa pun boleh menikmati hasilnya selama tidak berebut.

“Kalau nanti duriannya berbuah, silakan saja. Jangan sampai lihat Pak Direktur yang duluan mengambil,” canda Ngatiyana disambut suasana hangat para peserta.

RSUD Cibabat Diminta Terus Berinovasi.

Selain penataan lingkungan, Ngatiyana memberikan dukungan terhadap berbagai inovasi yang sedang dipersiapkan jajaran RSUD Cibabat.

Salah satunya rencana menghadirkan klinik sore, sehingga masyarakat memiliki pilihan waktu pelayanan di luar jam pelayanan reguler.

“Ini salah satu persiapan RSUD Cibabat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dokter akan disiapkan sehingga pelayanan sore hari dapat berjalan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut pembangunan dan pengembangan sejumlah fasilitas pelayanan terus dilakukan, termasuk ruang perawatan bagi pasien dengan gangguan jiwa serta pengembangan fasilitas lainnya.

Ngatiyana berharap seluruh inovasi tersebut benar-benar diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau tujuannya baik, insyaallah Allah akan memberikan jalan. Tingkatkan terus pelayanan dan layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Kritik Jangan Bikin Mental Jatuh.

Dalam sambutannya, Ngatiyana juga mengingatkan jajaran RSUD Cibabat agar memiliki mental yang kuat sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, pekerjaan yang menghasilkan perubahan positif belum tentu selalu mendapatkan pujian. Sebaliknya, sedikit kekurangan justru bisa menjadi bahan kritik.

“Itu sudah wajar. Kegiatan yang positif kadang tidak ada yang memuji. Tetapi kalau ada sedikit kekurangan atau kesalahan, pasti dikritik. Saya harapkan mental harus kuat,” katanya.

Ia meminta kritik yang datang dijadikan bahan evaluasi dan introspeksi, bukan alasan untuk berhenti bekerja.

“Tidak perlu sakit hati, tidak perlu berhati-hati berlebihan, apalagi patah semangat. Kalau kritiknya membangun, jadikan sebagai bahan evaluasi,” ujar Ngatiyana.

Ngatiyana juga mengingatkan agar seluruh jajaran rumah sakit tidak terjebak pada sikap iri, saling menjatuhkan ataupun mencari-cari kesalahan orang lain.

Menurutnya, selama program dan kebijakan yang dijalankan memiliki tujuan baik serta dilakukan sesuai mekanisme, jajaran RSUD harus tetap berjalan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu.

Pesan paling tegas disampaikan Ngatiyana terkait potensi tindakan yang dapat mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelayanan rumah sakit.

Ia mengingatkan seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi dan mewaspadai tindakan yang mengarah pada sabotase, terutama penyebaran informasi yang tidak benar dari internal.

“Jangan kendor. Jangan sakit hati. Lanjutkan apabila tujuannya baik dan benar. Koordinasi harus diperkuat dan jangan sampai ada sabotase dari dalam,” tegasnya.

Menurut Ngatiyana, sabotase dapat muncul ketika seseorang memberikan informasi yang tidak benar dengan tujuan mengganggu pihak lain atau merusak proses pemerintahan dan pelayanan.

Ia pun meminta seluruh jajaran melakukan introspeksi terhadap kekurangan masing-masing.

“Kalau dikoreksi orang, jangan sakit hati. Jadikan sebagai introspeksi dan evaluasi bagi kita semua,” katanya.

Pelayanan Pasien Harus Jadi Prioritas.

Ngatiyana menegaskan, seluruh perubahan di RSUD Cibabat pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan pelayanan masyarakat.

Ia mencontohkan adanya pasien yang BPJS-nya sempat tidak aktif, namun tetap mendapatkan pelayanan terlebih dahulu. Setelah itu, pihak rumah sakit membantu mengurus kembali kepesertaan pasien tersebut.

“Jangan langsung bertanya macam-macam. Layani dulu pasien. Setelah itu baru urus administrasinya. Alhamdulillah, rumah sakit sudah membantu mengurus BPJS yang tidak aktif,” ujarnya.

Ia meminta pola pelayanan seperti itu terus ditingkatkan agar masyarakat yang datang dalam kondisi sakit tidak semakin terbebani persoalan administrasi.

“Lakukan reformasi pelayanan dan reformasi manajemen. Rumah sakit jangan hanya sekadar berjalan, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan membahagiakan masyarakat maupun seluruh anggotanya,” tutur Ngatiyana.

Target Baru: Rumah Sakit Tak Lagi Merugi.

Ngatiyana juga memberikan tantangan kepada manajemen RSUD Cibabat agar ke depan mampu memperbaiki tata kelola dan kondisi keuangan rumah sakit.

Ia berharap rumah sakit tidak terus berada dalam kondisi merugi, tetapi mampu menghasilkan kinerja yang sehat tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai rumah sakit ini rugi terus. Rumah sakit harus ada hasilnya. Tantangan Direktur memang berat, tetapi orang yang ingin maju pasti menghadapi hambatan dan tantangan,” katanya.

Ngatiyana juga meminta Direktur RSUD Cibabat tetap bekerja dengan tulus, lurus dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tekanan.

“Bekerjalah dengan tulus. Tujuannya baik, tidak aneh-aneh, tidak neko-neko. Insyaallah jalannya akan terbuka,” pesan Ngatiyana.

Ia menutup pesannya dengan mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lemah menghadapi berbagai dinamika.

“Jangan kendor, semangat terus, maju terus. Selama tujuannya baik dan benar, teruskan. Kritik jadikan evaluasi dan jangan mudah patah semangat,” pungkasnya.

Bagi Ngatiyana, penanaman pohon di halaman RSUD Cibabat bukan hanya tentang menghadirkan taman yang lebih hijau. 

 

Tag : No Tag

Berita Terkait