Reporter: Ganda TB
13 Jam lalu, Dibaca : 31 kali
CIMAHI, Medikomonline – Ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Cimahi.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana,
menegaskan bahwa upaya memerangi narkoba harus dilakukan secara bersama-sama
dan tidak cukup hanya melalui imbauan maupun kegiatan seremonial.
Menurut Ngatiyana, narkotika bukan
sekadar persoalan pelanggaran hukum, tetapi ancaman nyata yang dapat merusak
masa depan generasi muda, melemahkan ketahanan keluarga, hingga menghambat
pembangunan sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikannya saat
membuka kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Bidang Pencegahan kepada Satuan
Pendidikan sekaligus Pengukuhan Kepengurusan Saka Anti Narkoba BNN Kota Cimahi,
di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi, Selasa (3/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut,
Ngatiyana menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung
jawab Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun aparat penegak hukum. Diperlukan
keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, keluarga,
hingga lingkungan masyarakat.
Ia secara khusus meminta satuan
pendidikan mengambil peran lebih aktif dalam membentengi para pelajar dari
pengaruh narkotika. Sebab, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba
ilmu, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai
kehidupan.
Karena itu, Ngatiyana mendorong
agar kurikulum anti narkoba diintegrasikan ke seluruh satuan pendidikan di Kota
Cimahi. Edukasi bahaya narkotika, menurutnya, harus dilaksanakan secara
berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sebatas sosialisasi
yang dilakukan sesekali.
Ia pun meminta Dinas Pendidikan,
kepala sekolah, serta para guru memastikan pelaksanaan kurikulum tersebut
berjalan konsisten, terukur, dan sesuai dengan perkembangan usia peserta didik.
Ngatiyana mengingatkan agar program
pencegahan narkoba tidak terjebak pada pemenuhan administrasi ataupun kegiatan
seremonial semata. Keberhasilannya harus terlihat dari meningkatnya
pengetahuan, perubahan sikap, serta keberanian siswa dalam menolak segala
bentuk penyalahgunaan narkotika.
"Yang paling penting adalah
dampaknya, yaitu meningkatnya pemahaman, terbentuknya sikap, dan menguatnya
keberanian peserta didik untuk menolak narkoba," tegasnya.
Pada kegiatan yang sama, Pemkot
Cimahi bersama BNN Kota Cimahi juga mengukuhkan kepengurusan Satuan Karya
(Saka) Anti Narkoba. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan menjadi wadah
pembinaan sekaligus penggerak kepedulian generasi muda terhadap bahaya
narkotika.
Ngatiyana berharap Saka Anti
Narkoba tidak hanya menjadi organisasi formal dengan kepengurusan di atas
kertas.
Lebih dari itu, organisasi tersebut
harus mampu melahirkan kegiatan nyata melalui edukasi, kedisiplinan, kepedulian
sosial, serta pengabdian kepada masyarakat.
Kepada para pengurus dan anggota
yang baru dikukuhkan, ia berpesan agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung
jawab. Gerakan antinarkoba harus dimulai dari diri sendiri, membangun pergaulan
sehat, meningkatkan prestasi, kemudian mengajak teman sebaya untuk melakukan
hal serupa.
"Jadikanlah SAKA Anti Narkoba
sebagai gerakan nyata. Mulailah dari diri sendiri, bangun pergaulan yang sehat,
tingkatkan prestasi, dan ajak teman-teman sebaya untuk menjauhi narkoba,"
pesannya.
Ia juga berharap anggota Saka Anti
Narkoba mampu menjadi teladan sekaligus agen perubahan di lingkungan sekolah
masing-masing. Dengan begitu, pesan pencegahan narkotika dapat menyebar melalui
pengaruh positif antarpelajar.
Selain itu, Ngatiyana menyampaikan
apresiasi kepada BNN Kota Cimahi atas pendampingan, edukasi, dan koordinasi
yang selama ini dilakukan bersama satuan pendidikan.
Perhatian juga diberikan kepada
Dinas Pendidikan dan seluruh kepala sekolah agar pelaksanaan integrasi
kurikulum anti narkoba benar-benar dikawal. Sementara para guru dan tenaga
pendidik diminta tidak hanya memberikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi
contoh dalam membangun perilaku positif bagi peserta didik.
Kepada para orang tua, Ngatiyana
mengingatkan pentingnya memperkuat komunikasi, perhatian, dan pengawasan
terhadap anak. Lingkungan keluarga dinilai memiliki peran penting dalam
mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan berisiko maupun penyalahgunaan narkotika.
Menutup arahannya, Ngatiyana
menegaskan bahwa melindungi generasi muda dari ancaman narkoba membutuhkan
komitmen bersama yang dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan.
Ia mengajak seluruh elemen
masyarakat membangun kolaborasi melalui edukasi, kepedulian, dan perlindungan
agar generasi muda Kota Cimahi tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter,
berprestasi, serta terbebas dari ancaman narkotika.
"Mari kita bangun sinergi
dengan semangat melalui edukasi, kepedulian, kolaborasi, dan perlindungan
terhadap masa depan generasi bangsa," pungkas Ngatiyana.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back