Loading

Digitalisasi Kampus di Tengah Tantangan Konektivitas Internet


Penulis: Ailsa Tsaniyah
1 Hari lalu, Dibaca : 43 kali


Ailsa Tsaniyah


Oleh Ailsa Tsaniyah, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

Digitalisasi dalam dunia perkuliahan semakin berkembang di Indonesia. Berbagai kegiatan akademik, seperti pengisian presensi, penggunaan platform pembelajaran, hingga pengumpulan tugas, kini banyak dilakukan melalui sistem digital. Perguruan tinggi pun terus memanfaatkan teknologi untuk memperluas akses dan meningkatkan efektivitas pembelajaran. Meski demikian, penerapan sistem tersebut masih menghadapi kendala berupa kualitas jaringan internet yang belum merata. Masalah ini dapat menghambat kegiatan kuliah daring, perkuliahan tatap muka yang memerlukan Wi-Fi kampus, hingga penyelesaian tugas di berbagai fasilitas pendidikan. Dengan demikian, tersedianya jaringan internet belum tentu menjamin koneksi yang stabil di setiap tempat.

Kuliah Daring yang Belum Sepenuhnya Merata

Perkuliahan daring dikembangkan agar mahasiswa dapat mengikuti pendidikan tanpa dibatasi jarak dan lokasi. Namun, tujuan tersebut masih sulit dicapai di beberapa wilayah terpencil. Koneksi internet yang tidak stabil dan sering terputus membuat mahasiswa kesulitan mengikuti kelas, terutama ketika terjadi pemadaman listrik. Kendala ini semakin memberatkan apabila sistem presensi hanya mengandalkan kehadiran digital tanpa menyediakan pilihan izin atau mekanisme alternatif bagi mahasiswa yang mengalami gangguan teknis.

Akibatnya, mahasiswa yang telah berusaha mengikuti perkuliahan tetap berpotensi dinyatakan tidak hadir karena masalah jaringan yang tidak dapat mereka kendalikan. Situasi ini memperlihatkan bahwa penerapan teknologi dalam pendidikan belum sepenuhnya memperhatikan kebutuhan semua mahasiswa. Mereka yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur telekomunikasi terbatas harus mengikuti sistem pembelajaran digital meskipun akses yang dibutuhkan belum tersedia secara memadai.

Kendala Wi-Fi di Lingkungan Kampus

Permasalahan koneksi internet juga dirasakan di lingkungan perguruan tinggi yang mengandalkan Wi-Fi untuk mendukung kegiatan akademik. Tidak jarang mahasiswa mengalami kesulitan mengakses jaringan sehingga harus meninggalkan ruang kelas untuk mencari lokasi dengan sinyal yang lebih kuat. Selain itu, sebagian mahasiswa belum mengetahui informasi akun atau kata sandi untuk mengakses Wi-Fi kampus. Kapasitas jaringan yang terbatas juga dapat menyebabkan koneksi melambat ketika banyak pengguna terhubung secara bersamaan.

Gangguan tersebut turut memengaruhi kegiatan mengajar. Dosen dapat mengalami kesulitan ketika membuka sistem akademik atau mengakses materi pembelajaran akibat koneksi yang tiba-tiba terputus.

Dampak gangguan jaringan tidak berhenti pada ketidaknyamanan saat menggunakan internet. Ketika presensi, materi perkuliahan, dan pengumpulan tugas bergantung pada koneksi, masalah jaringan dapat menghambat berbagai kegiatan akademik sekaligus. Mahasiswa kehilangan waktu untuk belajar, sedangkan dosen kesulitan mempertahankan kelancaran proses mengajar. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengurangi efektivitas perkuliahan dan menurunkan kualitas pengalaman belajar.

Temuan Penelitian tentang Ketimpangan Sinyal

Kondisi jaringan internet di kampus juga telah dikaji melalui sejumlah penelitian yang menggunakan pengukuran secara langsung. Salah satu penelitian memetakan ratusan titik Wi-Fi dan menemukan beberapa lokasi dengan sinyal sangat lemah atau blankspot. Area yang terdampak mencakup sejumlah tempat penting, seperti tempat ibadah dan laboratorium. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan titik akses direkomendasikan agar jangkauan jaringan dapat tersebar dengan lebih baik.

Penelitian lainnya mengukur kualitas layanan jaringan nirkabel di sebuah gedung fakultas teknik. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pada waktu penggunaan yang padat, tingkat kehilangan paket data mencapai sekitar 26 persen dan waktu tunda atau delay tergolong tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas jaringan berada dalam kategori buruk. Sebagai tindak lanjut, penelitian itu menyarankan pengelolaan bandwidth yang lebih baik serta penambahan titik akses untuk meningkatkan kualitas koneksi.

Ketidakmerataan juga ditemukan dalam pengukuran jaringan seluler 4G LTE di lingkungan kampus. Kualitas sinyal berbeda antara satu operator dan operator lainnya. Bahkan, operator yang memiliki cakupan jaringan luas masih menunjukkan kualitas koneksi yang kurang baik di beberapa titik.

Temuan sejenis diperoleh dari penelitian di gedung fakultas lainnya. Sebaran sinyal Wi-Fi ditemukan belum optimal, dengan sejumlah ruangan mengalami koneksi lemah atau bahkan tidak memperoleh sinyal yang memadai. Masalah tersebut terutama ditemukan pada ruangan yang letaknya jauh dari titik akses. Berbagai hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan jaringan internet saja belum cukup untuk memastikan konektivitas yang andal di seluruh lingkungan kampus.

Pengaruh Keterbatasan Jaringan terhadap Perkuliahan

Kualitas sinyal internet yang buruk dapat memengaruhi proses perkuliahan dalam beberapa aspek. Pada pembelajaran daring, koneksi yang terputus dapat membuat mahasiswa kehilangan penjelasan dosen, tidak dapat berpartisipasi dalam diskusi secara langsung, serta mengalami kesulitan ketika mengerjakan ujian atau kuis yang memiliki batas waktu.

Dalam perkuliahan tatap muka, penggunaan teknologi untuk presensi dan mengakses materi juga membuat kegiatan kelas bergantung pada ketersediaan jaringan. Ketika Wi-Fi mengalami gangguan, aktivitas yang seharusnya berlangsung dengan lancar dapat tertunda. Sementara itu, mahasiswa yang mengerjakan tugas di laboratorium komputer, perpustakaan, atau ruang belajar bersama mungkin perlu berpindah tempat untuk memperoleh koneksi yang lebih baik. Waktu dan tenaga yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan tugas akhirnya terbuang untuk mencari jaringan yang memadai.

Selain menghambat kegiatan akademik, perbedaan akses internet juga berpotensi menciptakan ketimpangan di antara mahasiswa. Mereka yang memiliki koneksi pribadi yang stabil cenderung lebih mudah mengikuti kegiatan perkuliahan dibandingkan mahasiswa yang hanya mengandalkan fasilitas kampus. Perbedaan kondisi tersebut dapat memengaruhi kesempatan belajar dan hasil akademik. Jika tidak ditangani, kesenjangan akses teknologi berisiko memperbesar ketidaksetaraan di lingkungan pendidikan tinggi.

Mewujudkan Kampus Digital yang Lebih Inklusif

Kendala jaringan internet di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan kesiapan institusi dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, kampus perlu melakukan evaluasi jaringan secara berkala untuk mengetahui lokasi yang mengalami gangguan atau memiliki kualitas sinyal rendah. Penambahan dan penempatan ulang titik akses, disertai pengelolaan bandwidth yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, dapat menjadi langkah untuk memperbaiki kualitas koneksi, terutama pada jam perkuliahan yang padat.

Perguruan tinggi juga perlu mempertimbangkan kebijakan yang lebih fleksibel bagi mahasiswa yang mengalami kendala jaringan. Alternatif seperti pemberian tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas atau mekanisme izin teknis dapat membantu mencegah mahasiswa dirugikan oleh masalah koneksi di luar kendali mereka.

Di samping perbaikan infrastruktur, penerapan teknologi dalam pendidikan harus mempertimbangkan bahwa setiap mahasiswa memiliki kondisi akses yang berbeda. Teknologi semestinya mempermudah proses belajar, bukan justru menjadi penghalang bagi mereka yang memiliki keterbatasan jaringan. Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dan kebijakan yang memperhatikan kesetaraan akses, manfaat kampus digital hanya akan dirasakan secara optimal oleh mahasiswa yang berada di lingkungan dengan koneksi internet yang baik.

Pada akhirnya, kualitas jaringan internet merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan di era digital. Konektivitas yang stabil dan merata diperlukan agar kegiatan perkuliahan dapat berlangsung secara efektif, sekaligus memberikan kesempatan belajar yang lebih adil bagi seluruh mahasiswa.

Tag : No Tag

Berita Terkait