Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 96 kali
CIMAHI, Medikomonline —Kejaksaan Negeri Cimahi melaksanakan kegiatan Kampanye Anti Korupsi: Membangun Generasi Berintegritas melalui Pendidikan Antikorupsi dan Penguatan Karakter Pancasila bersama siswa-siswi SMK Mohamad Toha Kota Cimahi, Rabu 30 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya nilai integritas, tanggung jawab, serta kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Kegiatan tersebut
dihadiri oleh Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan
Negeri Cimahi, Fajrian Yustiardi, S.H., M.H., Kepala Bidang
Idwasbang Bakesbangpol Kota Cimahi, Wahyana Meliamsyah, S.IP., M.IP., serta
Kepala SMK Mohamad Toha, Fanji Ahmad Nurbani, S.E., M.M., bersama para
siswa-siswi SMK Mohamad Toha Kota Cimahi.
Dalam kegiatan tersebut, penguatan pendidikan antikorupsi tidak
hanya disampaikan melalui pemahaman mengenai korupsi dan dampaknya, tetapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila
yang menjadi dasar dalam membentuk
karakter generasi muda. Nilai kejujuran, tanggung
jawab, kepedulian, disiplin, serta sikap menghargai hak orang lain
ditekankan sebagai bagian dari
karakter yang perlu
dibangun sejak lingkungan sekolah.
Para siswa juga diajak memahami bahwa perilaku antikorupsi dapat dimulai
dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Bersikap jujur, tidak mengambil hak orang lain,
bertanggung jawab terhadap tugas, menaati aturan, serta berani
menolak tindakan yang tidak benar merupakan bentuk nyata penerapan nilai integritas yang dapat dibangun sejak usia sekolah.
Selain pendidikan antikorupsi, kegiatan juga membahas pentingnya kesadaran hukum di era digital. Perkembangan teknologi dan semakin luasnya penggunaan media sosial memberikan berbagai kemudahan bagi pelajar, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru yang perlu dihadapi
dengan pengetahuan dan sikap
yang tepat.
Dalam konteks
tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja, antara lain
penggunaan media sosial secara bertanggung
jawab, ujaran kebencian
(hate
speech), perjudian online, child grooming, hingga cat calling. Para siswa diingatkan bahwa ruang digital tetap
memiliki konsekuensi hukum dan setiap tindakan yang dilakukan secara daring harus tetap
memperhatikan hak, keamanan, dan
martabat orang lain.
Pembahasan mengenai judi online menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para siswa diberikan pemahaman mengenai risiko yang dapat ditimbulkan, baik terhadap diri sendiri, lingkungan sosial, maupun masa depan, serta pentingnya memiliki kemampuan untuk mengenali dan menghindari berbagai bentuk ajakan atau promosi perjudian di ruang digital.
Sementara itu,
fenomena child grooming dan cat calling dikenalkan sebagai
bentuk perilaku yang perlu diwaspadai oleh generasi muda. Para siswa didorong untuk memahami batasan
dalam berinteraksi, menghormati orang lain, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi interaksi atau perlakuan
yang membuat mereka merasa tidak aman.
Penguatan karakter
dalam kegiatan ini juga diarahkan agar siswa tidak hanya menjadi pribadi yang memahami aturan, tetapi mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab ketika menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekolah, pergaulan
maupun ruang digital. Kesadaran
hukum diharapkan tumbuh bersamaan dengan karakter
Pancasila, sehingga pemahaman mengenai benar
dan salah tidak berhenti pada pengetahuan tentang sanksi,
tetapi menjadi bagian dari sikap dan perilaku
sehari-hari.
Melalui kegiatan Kampanye Anti Korupsi ini, Kejaksaan Negeri Cimahi berharap pendidikan antikorupsi dapat semakin dekat dengan kehidupan pelajar dan dipahami sebagai bagian dari pembentukan karakter. Generasi muda diharapkan memiliki integritas, mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh
negatif, serta memiliki keberanian untuk bersikap jujur dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik,
tetapi juga membentuk generasi muda yang
berkarakter Pancasila, sadar hukum, berintegritas, dan mampu menggunakan teknologi secara bijak. Dengan penguatan tersebut, para
pelajar diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi yang turut menjaga lingkungan sekolah dan
masyarakat tetap aman, tertib, serta bebas dari perilaku koruptif dan berbagai bentuk pelanggaran
hukum.




Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back