Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 45 kali
Saat
diwawancarai awak media di sela kegiatan FGD, Juli menyampaikan permohonan maaf
atas keterlambatan sekitar satu jam.
Ia
mengatakan, panitia menunggu karena sejumlah tamu undangan belum hadir sehingga
acara belum bisa dimulai.
“Kami mohon
maaf atas keterlambatan ini dan menerima teguran dari Bapak Wali Kota. Peserta
sekitar 150 orang dari berbagai unsur, termasuk vertikal kementerian, PPPK,
serta mitra pendidikan lainnya.
Kami
menunggu agar peserta terkumpul, karena jika dimulai terlalu cepat kasihan bagi
yang belum hadir,” ujar Juli.
Ia menegaskan, keterlambatan tersebut bukan unsur kesengajaan,
melainkan mempertimbangkan kehadiran undangan yang memiliki berbagai
agenda.
Ke depan,
hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi agar kegiatan berjalan lebih tepat
waktu.
Selain
menjelaskan soal keterlambatan, Juli juga memaparkan hasil pendataan anak tidak
sekolah (ATS) di Kota Cimahi yang jumlahnya mencapai sekitar 700 anak.
Menurutnya,
penyebab anak tidak melanjutkan pendidikan sangat beragam.
“Faktor
terbesar bukan semata ekonomi, tetapi juga karena anak tidak mau sekolah.
Selain itu ada yang bekerja, menikah dini, maupun faktor keluarga
lainnya.
Sebagian
dari mereka sebenarnya pernah sekolah, namun putus di jenjang SMP atau SMA,”
jelasnya.
Untuk
mengatasi persoalan tersebut, Disdik Cimahi melakukan pendataan aktif dan
bekerja sama dengan kecamatan serta kelurahan.
Pemerintah
juga menyediakan jalur pendidikan kesetaraan melalui PKBM paket A, B, dan C,
serta membuka peluang pelatihan kerja melalui BLK dan lembaga pelatihan
keterampilan bagi anak yang memilih jalur nonformal.
Juli
menambahkan, kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih mengacu pada
jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua.
Namun
terdapat tambahan Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menjadi penilaian pada
jalur prestasi akademik.
“TKA bukan
penentu kelulusan seperti ujian nasional dulu, tetapi hanya sebagai tambahan
nilai bersama rapor untuk mendukung seleksi yang lebih objektif,” terangnya.
Ia
berharap, melalui pendataan yang lebih akurat, sosialisasi yang masif, serta
kolaborasi lintas sektor, angka anak tidak sekolah di Kota Cimahi dapat terus
ditekan dan akses pendidikan semakin merata bagi seluruh masyarakat.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back