Reporter: Ganda TB
14 Jam lalu, Dibaca : 31 kali
CIMAHI, Medikomonline - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi bersama Pemerintah Kota Cimahi dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Cimahi terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda melalui pembentukan Satuan Karya (Saka) Pramuka Anti-Narkoba.
Dalam kegiatan pengukuhan Majelis
Pembimbing Satuan Karya Pramuka (MABISAKA) Anti-Narkoba tingkat Cabang Kota
Cimahi, Kepala BNN Kota Cimahi, Irzan, turut dikukuhkan sebagai bagian dari
majelis pembimbing yang akan mendukung pelaksanaan program tersebut bertempat
di Aula gedung A Pemkot Cimahi Selasa (03/11/2026).
Irzan menyampaikan bahwa salah satu
langkah strategis dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta
Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) adalah mengintegrasikan pendidikan
anti-narkotika ke dalam lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sekolah tidak hanya
berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang
pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai positif, serta pengembangan
kemampuan peserta didik dalam mengambil keputusan yang tepat.
"Keberhasilan integrasi
kurikulum anti-narkotika membutuhkan komitmen seluruh satuan pendidikan,
dukungan tenaga pendidik, ketersediaan perangkat pembelajaran, serta monitoring
dan evaluasi secara berkala," menjadi poin penting yang disampaikan dalam
upaya penguatan pendidikan anti-narkoba.
Irzan juga menilai Gerakan Pramuka
memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari gerakan pencegahan narkoba.
Nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab,
kepedulian, kepemimpinan, dan semangat pengabdian dinilai sejalan dengan
pembentukan karakter generasi muda yang bebas dari narkotika.
Melalui kolaborasi dengan Kwarcab
Gerakan Pramuka Kota Cimahi yang dipimpin Edi Sofyan, BNN akan mengoptimalkan
berbagai kegiatan kepramukaan dengan memberikan edukasi dan pemahaman mengenai
bahaya penyalahgunaan narkoba kepada para peserta didik.
Program tersebut juga diperkuat
melalui integrasi materi anti-narkoba dalam kegiatan belajar mengajar dengan
melibatkan Dinas Pendidikan, tenaga pendidik, serta penyuluh yang diterjunkan
ke sekolah-sekolah.
Sasaran edukasi mencakup berbagai
jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD),
sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Menurut Irzan, upaya pencegahan
sejak dini sangat penting mengingat anak-anak dan remaja merupakan kelompok
usia yang sedang berada dalam tahap pertumbuhan dan pembentukan karakter.
Terlebih, Kota Cimahi merupakan
wilayah perkotaan yang padat penduduk, heterogen, serta menjadi salah satu
jalur perlintasan. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian bersama agar generasi
muda tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Dengan hadirnya Saka Pramuka
Anti-Narkoba, diharapkan kegiatan kepramukaan dapat menjadi wadah positif bagi
anak-anak dan remaja untuk mengembangkan potensi diri sekaligus meningkatkan
pemahaman tentang bahaya narkotika.
Kolaborasi antara BNN, Pemerintah
Kota Cimahi, Dinas Pendidikan, dan Gerakan Pramuka diharapkan mampu memperluas
jangkauan edukasi P4GN serta membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan
generasi muda Cimahi yang sehat, berkarakter, produktif, dan bebas dari
penyalahgunaan narkoba.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back