Loading

Wae Lolos, Negeri Seribu Air Terjun di NTT yang Mendunia Lewat Reality Show Prancis


Reporter: Syah Ma'mur
10 Jam lalu, Dibaca : 110 kali


Aktivitas Syuting di NTT tim crew film reality show Prancis Pekín Express musim ke-23

BANDUNG, Medikomonline — Keindahan alam Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat sorotan internasional. Desa Wisata Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, menjadi salah satu lokasi syuting Pekín Express musim ke-23, reality show petualangan populer asal Prancis.

Pemilihan Wae Lolos sebagai lokasi syuting bukan tanpa alasan. Desa wisata yang dikenal sebagai destinasi Seribu Air Terjun tersebut memiliki bentang alam yang menawarkan perpaduan perbukitan, lembah, perkampungan tradisional, serta aliran air terjun yang menjadi daya tarik utama wisata alam Flores.

Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, mengatakan kehadiran peserta Pekín Express menjadi kesempatan besar untuk memperkenalkan pesona Wae Lolos kepada masyarakat internasional.

«“Ratusan peserta dari berbagai belahan dunia menginjakkan kaki di Desa Wae Lolos, siap menaklukkan berbagai tantangan yang menguji adrenalin,” kata Robert, Minggu (6/9/2026).»

Menurut Robert, karakter alam Wae Lolos sangat sesuai dengan konsep Pekín Express yang menggabungkan petualangan, tantangan fisik, interaksi dengan masyarakat lokal, serta eksplorasi destinasi yang memiliki keunikan budaya dan alam.

Para peserta tidak hanya diajak melewati jalur perbukitan dan perkampungan warga, tetapi juga menjelajahi kawasan alam Wae Lolos. Pesona air terjun menjadi salah satu kekuatan wisata yang membuat desa tersebut memiliki karakter berbeda dibandingkan destinasi wisata lainnya di Flores.

Salah satu tantangan yang disiapkan adalah perlombaan bersepeda mengelilingi Kampung Langgo. Peserta akan melintasi jalur yang telah ditentukan, melewati lereng perbukitan dan kawasan permukiman masyarakat.

“Tantangan ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga kemampuan navigasi dan kerja sama tim,” jelas Robert.

Air Terjun dan Pesona Alam Flores

Wae Lolos merupakan salah satu gambaran kekayaan wisata alam Flores yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam dan masyarakat. Julukan Seribu Air Terjun menggambarkan keberadaan berbagai aliran air terjun dan sumber air yang menjadi bagian dari lanskap kawasan tersebut.

Keindahan air terjun, suasana pedesaan, perbukitan hijau, serta kehidupan masyarakat lokal menjadi daya tarik yang dapat memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Potensi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa wisata NTT tidak hanya bertumpu pada destinasi pantai dan laut, tetapi juga memiliki kekayaan wisata air terjun dan pegunungan yang luar biasa.

Dalam musim ke-23 Pekín Express, perjalanan para peserta tidak hanya berlangsung di Wae Lolos. Rute petualangan dimulai dari kawasan Flores dan akan berakhir di Manila, Filipina.

Sejumlah lokasi di Indonesia menjadi bagian dari perjalanan tersebut, antara lain Pantai Koka, Kelimutu, Bajawa dan Wae Lolos di Flores. Perjalanan kemudian berlanjut ke sejumlah destinasi di Sumbawa, Lombok dan Bali.

Proses syuting telah dimulai pada 28 Agustus 2026 di Pantai Koka, Maumere, dan dijadwalkan berakhir di Manila pada 8 Oktober mendatang.

Sebanyak 10 pasangan akan bersaing dalam berbagai tantangan dengan mengandalkan kemampuan beradaptasi, navigasi, kerja sama tim serta interaksi dengan masyarakat lokal.

Interaksi tersebut menjadi salah satu ciri khas Pekín Express. Para peserta dituntut mampu menghadapi kendala bahasa sekaligus memahami kebiasaan dan budaya masyarakat di setiap wilayah yang mereka lewati.

Bagi Wae Lolos, kesempatan menjadi lokasi produksi program televisi internasional tersebut dapat menjadi momentum promosi wisata yang sangat berharga. Keindahan air terjun dan kekayaan alam desa berpotensi semakin dikenal oleh calon wisatawan dari berbagai negara.

Robert berharap momentum tersebut dapat mendorong masyarakat untuk semakin menjaga kelestarian alam sekaligus mengembangkan potensi wisata Wae Lolos secara berkelanjutan.

“Kehadiran Pekín Express di Desa Wisata Wae Lolos menjadi kesempatan emas promosi keindahan alam dan kekayaan budaya desa wisata itu ke kancah internasional,” terang Robert.

Ia menilai meningkatnya perhatian terhadap Wae Lolos juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui aktivitas pariwisata, usaha lokal dan keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan wisata.

Selama proses syuting berlangsung, masyarakat tidak diperkenankan merekam kegiatan produksi untuk menjaga kerahasiaan dan kejutan program. Penonton baru dapat menyaksikan perjalanan Pekín Express musim ke-23 melalui stasiun televisi M6 pada musim semi 2027.

Kehadiran produksi televisi internasional tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa NTT memiliki kekayaan wisata alam yang jauh lebih luas daripada sekadar pantai. Air terjun, perbukitan, desa-desa tradisional dan kehidupan masyarakat lokal merupakan aset wisata yang dapat membawa nama Flores dan NTT semakin dikenal dunia.

Dari Wae Lolos, pesona Negeri Seribu Air Terjun kini berpeluang menjangkau penonton internasional melalui sebuah perjalanan petualangan dari Flores menuju Asia Tenggara.

Tag : No Tag

Berita Terkait