Reporter: Ganda TB
3 Hari lalu, Dibaca : 60 kali
KOTA CIMAHI, Medikomonline – Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum reflektif bagi jajaran pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta kebersamaan di Kota Cimahi. Terutama, mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkarakter religius.
Hal itu terungkap
pada kegiatan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah tingkat
Kota Cimahi di Masjid Agung Kota Cimahi. Kegiatan dihadiri oleh Wali Kota
Cimahi Letkol Ngatiyana, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat
daerah, camat dan lurah se-Kota Cimahi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Cimahi, Ketua MUI Kota Cimahi, alim ulama, tokoh agama, pimpinan pondok
pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, serta jamaah dan tamu undangan.
Dalam peringatan Isra Miraj tahun ini, tausiyah disampaikan oleh Ustadz KH.
Dudi Mutaqin, M.Pd.I. dan Baba Feylian, Lc., M.A.
"Peringatan
Isra Mi'raj bukan sekadar seremoni keagamaan. Melainkan sarana untuk
meningkatkan kualitas spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antara
pemerintah dan masyarakat," ujar Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Dia mengatakan,
peristiwa Isra Mi'raj mengandung hikmah mendalam terutama terkait perintah
shalat lima waktu yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW sebagai fondasi
pembentukan akhlak dan kedisiplinan umat.
"Shalat
mengajarkan kebersamaan, ketertiban, dan kepedulian. Nilai-nilai inilah yang
harus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam pelaksanaan
tugas pemerintahan," katanya.
Pihaknya mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi membangun Kota Cimahi yang
rukun, toleran, dan berdaya saing. Pembangunan fisik yang dijalankan pemerintah
daerah harus diiringi dengan penguatan spiritual dan akhlak.
"Dengan
keseimbangan tersebut, Kota Cimahi diyakini mampu tumbuh sebagai kota yang
mantap, sejahtera dan nyaman bagi seluruh warganya," paparnya.
Ngatiyana
menegaskan, peringatan Isra Mi'raj menjadi momentum muhasabah dan introspeksi
diri. "Untuk menilai kembali kualitas ibadah, kepedulian sosial, serta
tanggung jawab masing-masing individu sebagai warga dan aparatur,"
imbuhnya.
Ngatiyana juga
menyinggung kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam
beberapa waktu terakhir. "Pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan,
disertai doa sebagai ikhtiar spiritual agar Kota Cimahi senantiasa dilindungi
dari berbagai potensi bencana," tuturnya.
Melalui peringatan
Isra Mi'raj 1447 Hijriah ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap nilai-nilai
religius dapat semakin tertanam dalam kehidupan masyarakat. "Menjadi
landasan moral dalam setiap langkah pembangunan, serta mengantarkan Cimahi
menuju kota yang maju pembangunannya, religius masyarakatnya, tertib tata
kelolanya, aman lingkungannya, dan produktif warganya," tandasnya. (Ganda
Tampubolon)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back