Loading

TAWADU MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADAN


Reporter: Soni Johari
3 Hari lalu, Dibaca : 55 kali


KH M Fajar Laksana

SUKABUMI, MedikomonlinePonpes Modern Dzikir Al-Fath menggelar acara menyambut bulan suci Ramadan bertempat di Perumahan Gading Permai Karang Tengah Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, Senin 26 Januari 2026.

Guru besar Ponpes Modern KH M Fajar Laksana menyampaikan bulan Saban itu adalah bulan dimana kita disuruh dalam Alquran dan hadis bergembira menyambut bulan suci Ramadan. Itu sangat jelas dalam Surat Yunus Ayat 58. Sabda Nabi Muhamad SAW memerintahkan kepada kita untuk bergembira menyambut bulan suci Ramadan.

Kenapa bergembira? Karena bulan suci Ramadhan bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah di mana Allah membuka pintu pintu rahmatnya sehingga seluruh doa kita dan seluruh keinginan kita akan dikabul oleh Allah swt. Bahkan bulan suci Ramadhan adalah bulan ampunan. Tinggal bagaimana kita jangan sampai bertentangan dengan Qur'an dan hadis tersebut. Bulan Ramadhan itu bulan bergembira bukan bulan pesta pora.

Walaupun sering kali kejadian kejadian di bulan Ramadhan itu malah bukan menyebabkan kita mendapatkan berkah dan rahmat. Akan tetapi menjadi sebaliknya. Salah satu contohnya dengan adanya Ramadhan ini harga-harga semakin meningkat dan tingkat kriminal malah menjadi bertambah. Kemudian angka kecelakaan semakin meningkat. Karena orang menganggap bulan Ramadhan pesta pora sehingga keseluruhannya dilakukan pada waktu bersamaan ingin membeli makanan sebanyak-banyaknya, ingin membeli baju sebanyak-banyaknya dan membuat stok yang banyak. Maka akan meningkatkan harga dan terjadilah inflasi.

Di sisi lain orang belum mempunyai kemampuan membeli, maka kemudian akhirnya memaksakan diri. Dari situ timbulah yang namanya kriminalitas meningkat. Selain itu, kalau kita perhatikan setiap tahun semuanya ingin mudik bareng-bareng. Bukan berarti salah, mudik itu tetapi kemudian mudik dengan tidak memperhatikan keselamatan, naik motor jadi 4 orang. Naik mobil jadi padat dan sopir ingin dapat uang berlipat ganda. Akhirnya tidak tidur-tidur karena mengejar setoran. Pada akhirnya semuanya kebut-kebutan, muatan berlipat- lipat, sopirnya tidak ganti-ganti akibatnya angka kecelakaan semakin meningkat.

Lalu, setelah Ramadhan orang berlomba-lomba makan sebanyak-banyaknya di Hari Raya Idulfitri, tidak sunah, makan pesta pora dan pada akhirnya rumah sakit bertambah pasiennya akibatnya terlalu banyak makan. Perut kosong segala dimakan pada akhirnya akhirnya muntaber, darah tinggi naik, kena serangan struk, penyakit jantung bertambah, rumah sakit penuh.

Oleh karena itu pada bulan Ramadhan yang penuh ampunan itu harus diperbanyak tadarus Alquran. Kerena bulan turunnya Alquran, dapatkan lailatul qodar dengan itikaf, bukan belanja di supermol kemudian jalan-jalan. Tingkatkan kajian kajian Alquran dan laksanakan solat sunah taraweh dan saum yang sebenar-benarnya dan kemudian itikaf diperbanyak, infak sodakoh diperbanyak.

Itu yang diharapkan dalam bulan suci Ramadhan. Kita saling memaafkan agar kita bersih di bulan suci Ramadhan. Secara manusiawi kita punya dosa, maka menjelang Ramadhan mari kita sama-sama dengan kebersihan hati kebersihan jiwa saling memaafkan sesama manusia dan bertobat minta ampunan kepada Allah saw.

Kita juga persiapkan waktu. Jadi bagi mereka yang bekerja, berdagang, maka sekarang sekarang kita kumpulkan uang. Jangan sampai pada bulan Ramadhan sibuk mencari uang, apalagi sibuk membuka rumah makan. Akan tetapi pada bulan Ramadhan kita ramaikan masjid, itikaf di masjid.

Kita pun ada diklat buat kader ustad. Jadi selama bulan suci Ramadhan para santri dan juga jamaah belajar praktis fikih ibadah dan siap menjadi ustaz di lapangan terutama bisa memimpin pardu kipayah di masyarakat. (Soni Johari)

Tag : No Tag

Berita Terkait