Penulis: Aziz Akbar Mukasyaf, S.Hut., M.Sc., Ph.D.
6 Bulan lalu, Dibaca : 249 kali
Oleh Aziz Akbar Mukasyaf, S.Hut., M.Sc., Ph.D.
(Dosen Fakultas
Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Di utara laut menyapa dengan
tenang yang menipu pandang
Ombaknya lembut seolah tak pernah mengenal amarah
Perahu nelayan berlayar dengan doa yang sederhana
Menjemput rezeki di permukaan yang tampak bersahabat
Di selatan ombak datang dengan
suara yang menggema
Angin membawa kisah purba tentang laut yang garang
Karang menjulang menantang setiap perahu yang berani
Dan pasir putih menyimpan jejak badai yang tak mudah terlupa
Pantai utara menjadi ruang
pertemuan manusia dan perdagangan
Pelabuhan tumbuh seperti nadi ekonomi yang tak pernah berhenti
Garis pantainya padat oleh kapal dan pasar ikan yang riuh
Namun di balik geliatnya air perlahan kehilangan kejernihan
Pantai selatan menatap samudra
Hindia dengan kesunyian yang khidmat
Gelombangnya tinggi membawa cerita tentang pertemuan arus
Tempat bumi bernafas lewat hempasan energi yang tak terukur
Menjadi laboratorium alam bagi ilmuwan dan penyair sekaligus
Di utara muara sungai membawa
lumpur dan harapan
Sedimentasi membentuk delta yang subur namun rapuh
Petani menanam padi di tanah hasil pertemuan air tawar dan asin
Sementara garis pantai perlahan bergeser menandai waktu yang berubah
Di selatan tebing curam menjadi
benteng alami
Pantai berbatu menjaga daratan dari amukan samudra
Namun abrasi tetap
menulis catatan tentang kekuatan
air
Bahwa tak ada dinding yang abadi di hadapan gerak laut
Pantai utara lebih ramah pada
manusia dan pelayaran
Sejarah mencatatnya sebagai jalur perdagangan dunia
Kota-kota pesisir tumbuh menjadi pusat budaya dan ekonomi
Namun kini menghadapi krisis lingkungan yang tak terhindarkan
Pantai selatan menyimpan narasi
spiritual yang berbeda
Masyarakatnya hidup berdampingan dengan mitos dan larangan
Mereka menghormati laut bukan hanya sebagai sumber daya
Tetapi sebagai ruang sakral yang menjaga keseimbangan hidup
Di utara angin membawa aroma
industri dan aktivitas pelabuhan
Namun di sela hiruk pikuk itu ada kisah pencemaran dan kehilangan
Air laut berubah warna menandakan beban peradaban
Dan nelayan mulai mencari ikan lebih jauh dari rumahnya
Di selatan suara debur ombak
menjadi doa yang terus berulang
Menegaskan hubungan manusia dengan alam yang tak boleh renggang
Mereka tahu setiap badai adalah pengingat dari kekuatan alam
Bahwa laut bukan milik siapa pun tetapi milik kehidupan itu sendiri
Pantai utara kini menjadi saksi
dari pembangunan yang tergesa
Reklamasi menutup napas muara dan mengubah ekosistem
Sementara di selatan konservasi menjadi bahasa baru
Untuk menjaga keseimbangan antara eksploitasi dan keberlanjutan
Dalam ruang akademik keduanya
adalah dua sistem pantai yang kontras
Utara dengan karakter deposisional yang terus membentuk daratan
Selatan dengan karakter erosional yang terus menyingkap batuan
Keduanya adalah teks terbuka yang dibaca oleh geografi dan ekologi
Namun di atas semua itu laut
tetap satu kesatuan kehidupan
Ia menolak dikotomi manusia tentang utara dan selatan
Karena arus bawah laut menyatukan keduanya dalam diam
Mengalirkan energi dan kisah yang tak mengenal batas garis pantai
Maka pantai utara dan pantai
selatan bukan sekadar arah
Tetapi dua wajah bumi yang mencerminkan keseimbangan alam
Yang satu memberi ruang bagi kehidupan yang tumbuh
Yang lain menjaga batas agar manusia tak lupa arti kedalaman
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back