Penulis: Prof. Kuswaji Dwi Priyono
6 Bulan lalu, Dibaca : 186 kali
Oleh Prof. Kuswaji Dwi Priyono
(Guru Besar
Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)
Di kota Solo,
tempat sejarah bersuara,
Langkah para tokoh
bersatu dalam cinta,
Bukan sekadar
suara dari mimbar-mimbar,
Tapi cahaya yang
menembus batas dan dinding yang pudar.
Aliansi Indonesia
Damai datang tak membawa senjata,
Hanya kata, rasa,
dan cita bersama,
Menggugah nurani,
menggandeng hati,
Merajut damai,
menepis benci.
Tokoh-tokoh agama
duduk sebundar meja,
Bukan untuk
berdebat, tapi saling menyapa,
Islam, Kristen,
Hindu, Buddha dan lainnya,
Bersama memuliakan
nilai manusia.
Mereka bicara
tentang luka yang masih bernyawa,
Tentang prasangka
yang menjelma menjadi bara,
Namun juga tentang
harapan yang tak pernah padam,
Bahwa damai bukan
mimpi — tapi bisa digenggam.
Dari masjid ke
gereja, dari vihara ke pura,
Tumbuh jembatan,
bukan tembok dan curiga,
Solo menjadi
saksi, bahwa damai bisa dibina,
Bila cinta dan
iman saling menyapa.
Aliansi bukan
sekadar nama,
Ia gema dari hati
yang ingin menyama,
Menghapus jejak
dendam masa silam,
Menanam benih
damai di tanah yang dalam.
Wahai Indonesia,
dengarlah dari Solo,
Nyanyian damai
dari hati yang bersatu,
Biarlah ini
menjadi cahaya awal,
Untuk bangsa yang
rukun, kuat, dan kekal.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back