Loading

Tanggapan Disdik Sumedang Wancana Masuk Sekolah Januari 2021


Penulis: Nanang/Editor: Mbayak Ginting
2 Tahun lalu, Dibaca : 1061 kali


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin memberi tanggapan berkaitan dengan adanya wacana masuk sekolah per 1 Januari 2021.

SUMEDANG, Medikomonline.com - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang Agus Wahidin memberi tanggapan berkaitan dengan adanya wacana masuk sekolah per 1 Januari 2021.

Menurut Agus, sesuai kalender pendidikan, anak-anak sekolah itu akan masuk di tahun ajaran 2020/2021 yaitu tanggal 13 juli 2020. Namun demikian, kebijakan di bidang pendidikan ini khususnya masalah masuk anak sekolah itu tidak bisa tergesa-gesa hanya mengandalkan kalender pendidikan, tapi harus dikaji sedemikian rupa.

“Karena ada beberapa ahli yang menyatakan bahwa, jika anak sekolah tidak berdasarkan penelitian yang mendalam, tidak berdasarkan kajian yang terukur. Dikhawatirkan dengan masuknya anak-anak sekolah ini akan menjadi cluster kedua serangan Covid19,” jelas Agus Wahidin, di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2020).

Oleh sebab itu, katanya, seluruh kabupaten/kota di Indonesia khusus untuk sekolah ini, tentu di samping berpedoman pada kalender pendidikan juga akan menunggu kebijakan Nasional.

Apalagi sebut dia, Persiden Republik Indonesia dan para menterinya telah melakukan Rapat Terbatas (Ratas) Bidang Kesra, yang di dalamnya membahas masalah pendidikan.

“Jadi ada kemungkinan masuk anak sekolah itu per 1 Januari. Oleh sebab itu, keluarga besar Dinas Pendidikan harus kerja keras memastikan anak-anak belajar dari rumah, jadi masuk 1 Januari itu di sekolah. Tapi tahun ajaran tetap 13 Juli, tapi belajarnya dari rumah, kita-kita harus memastikan belajar secara efektif per-13 Juli,” tandasnya.

Sementara untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sendiri sebut dia tidak ada masalah. ”PPDB normal tidak ada masalah, tetapi secara fisik orangnya masuknya mungkin 1 Januari. Tapi secara belajarnya 13 Juli,” pungkasnya.

Hal sama juga disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menegaskan untuk sektor pendidikan menjadi tahapan terakhir adaptasi new normal di Jawa Barat. Dia memastikan sektor pendidikan tidak akan pulih dalam waktu dekat.

“Untuk pendidikan saya sampaikan belum dibuka sekarang, masih dibahas, wacana yang mengemuka nanti Januari (2021) itu yang paling bisa kita perhitungkan. Kita butuh waktu dan tidak boleh mengorbankan anak-anak,” katanya.

Tag : No Tag

Berita Terkait