Reporter: Ganda TB
16 Jam lalu, Dibaca : 49 kali
CIMAHI, Medikomonline – Peluncuran tema dan logo Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 Tahun 2026 resmi menandai dimulainya rangkaian program KPID Award 2026 yang merupakan hasil kolaborasi antara KPID Jawa Barat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cimahi, serta Nusantara TV. Kegiatan ini digelar di Cimahi Command Center, Selasa (28/04), sebagai langkah awal dalam mendorong penguatan kualitas penyiaran di Jawa Barat.
Peluncuran berlangsung secara
hybrid dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, lembaga penyiaran, serta
insan media. Rangkaian acara dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, hingga
sambutan dari sejumlah pihak, termasuk Wali Kota Cimahi dan Ketua KPID Jawa
Barat, sebelum akhirnya dilakukan prosesi launching tema dan logo secara
simbolis.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam
sambutannya menegaskan bahwa momentum ini tidak sekadar seremoni, melainkan
refleksi kesiapan daerah dalam menghadapi dinamika industri penyiaran yang
terus berkembang. Ia menilai, kehadiran tema dan logo baru menjadi representasi
identitas sekaligus arah strategis penyiaran ke depan.
Tema yang diusung tahun ini,
“Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa”, mengandung pesan kuat mengenai
pentingnya keberlanjutan dalam dunia penyiaran. Tidak hanya bertahan di tengah
disrupsi teknologi, penyiaran juga dituntut menjaga kualitas informasi,
memperkuat fungsi edukasi, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Ngatiyana juga menyoroti tantangan
serius berupa banjir informasi yang tidak seluruhnya dapat
dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran
penyiaran sebagai rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang
akurat, berimbang, dan terverifikasi.
“Penyiaran harus berani menjadi
penjernih di tengah derasnya arus informasi, bukan justru terjebak dalam
pusaran disinformasi,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan
kecerdasan artifisial (AI) dalam produksi konten harus tetap berada dalam koridor
etika dan pengawasan ketat agar tidak mempercepat penyebaran hoaks.
Sementara itu, Ketua KPID Jawa
Barat, Adiyana Slamet, menyebut bahwa Anugerah Penyiaran merupakan bentuk
keseimbangan antara fungsi pengawasan dan apresiasi. Di tengah citra lembaga
yang kerap diidentikkan dengan penindakan pelanggaran, KPID juga memiliki
tanggung jawab memberikan penghargaan kepada lembaga penyiaran yang konsisten
menghadirkan program berkualitas.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat
sedikitnya 423 lembaga penyiaran di Jawa Barat, baik radio maupun televisi,
yang menjadi bagian dari ekosistem penyiaran. Dalam situasi disrupsi informasi
dan teknologi, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi sekaligus pengakuan
atas kerja keras para pelaku industri.
Lebih lanjut, tema “Penyiaran
Lestari” juga diangkat sebagai respons terhadap isu lingkungan dan kebencanaan
yang relevan di Jawa Barat. KPID mendorong lembaga penyiaran untuk tidak hanya
memenuhi aspek regulasi, tetapi juga menjalankan tanggung jawab moral dalam
memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pelestarian lingkungan
dan mitigasi bencana.
Dukungan terhadap kegiatan ini juga
disampaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kepala Bidang Informasi dan
Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi
Jawa Barat, Nidar Nadrotan Naim Sujana menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi
bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi pelaku penyiaran agar tetap
bertahan dan berkembang di tengah perubahan platform serta tantangan industri.
Sebagai bagian dari rangkaian
kegiatan, panitia juga memaparkan ketentuan teknis pelaksanaan Anugerah
Penyiaran 2026. Tahun ini, terdapat 28 kategori penghargaan yang terbagi dalam
kelompok radio, televisi, dan umum. Proses penilaian dilakukan secara berjenjang,
mulai dari seleksi administratif hingga penilaian dewan juri independen dengan
komposisi 70 persen penilaian juri dan 30 persen kepatuhan terhadap regulasi.
Puncak Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 dijadwalkan berlangsung pada 16 November 2026 dan akan disiarkan secara langsung melalui jaringan radio dan televisi. Melalui ajang ini, diharapkan kualitas isi siaran semakin meningkat serta mampu memperkuat fungsi media sebagai sarana informasi, edukasi, dan kontrol sosial di tengah Masyarakat.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back