Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 46 kali
?CIMAHI, Medikomonline - Gelombang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi per 10 Juni 2026 benar-benar mencekik leher para pekerja sektor informal di kawasan Bandung Raya.
Para
pengemudi ojek online (ojol) dan kurir logistik kini berada di ujung tanduk;
biaya operasional melambung tinggi, sementara tarif dari pihak aplikator tak
kunjung bergerak naik.
?Kebijakan
penyesuaian harga menempatkan Pertamax di angka Rp16.250 per liter dari yang
sebelumnya Rp12.300. Sementara itu, varian Pertamax Green 95 meroket hingga
menyentuh Rp17.000 per liter.
Lonjakan
drastis ini seketika memangkas ruang bernapas bagi para pekerja jalanan yang
menggantungkan dapurnya pada perputaran roda kendaraan.
?Dampak
nyata ini dirasakan langsung oleh Iqbal Muhammad Ramzani (27), seorang kurir
ekspedisi asal Cihanjuang, Cibabat, Kota Cimahi. Pemuda yang sehari-hari
berjibaku membelah kemacetan Bandung Raya ini mengaku dompetnya kian kempis
sejak kebijakan baru tersebut diketuk.
?”Setiap
hari saya harus keliling antar paket di Bandung Raya. Saat BBM naik, ongkos
kirim tetap. Penghasilan bersih jadi berkurang. Kalau dulu bisa menyisihkan
Rp100 ribu sampai Rp200 ribu sehari, sekarang paling sekitar Rp60 ribu,” keluh
Iqbal saat ditemui pada Sabtu (13/6/2026).
?Iqbal
menambahkan, sebagai kurir, dirinya tidak memiliki kemewahan untuk menyortir
jarak pengiriman.
Suka
tidak suka, orderan jarak jauh wajib dieksekusi meski konsekuensinya adalah
tangki bensin yang cepat mengering.
Ia
pun mendesak perusahaan tempatnya bernaung untuk segera mengevaluasi tarif
pengiriman.
?“Kami
ini ujung tombak layanan di lapangan. Kalau kondisinya terus merugi seperti
ini, jangan kaget kalau nanti banyak kurir yang memilih mogok atau berhenti
total,” tegasnya.
?Demi
bertahan hidup, Iqbal kini terpaksa memutar otak. Penggunaan
Pertamax langsung dicoret dari anggaran hariannya. Ia memilih turun kelas ke
Pertalite demi memangkas pengeluaran, meskipun konsekuensinya adalah waktu
ekstra yang habis hanya untuk mengantre di SPBU.
Namun,
jika situasi darurat menghadang di tengah rute pengantaran, bensin eceran di
pom mini menjadi pilihan terakhir yang pahit.
?Skenario
serupa juga menimpa Virlana (33), seorang pengemudi ojol yang berbasis di Kota
Cimahi.
Pria
yang biasanya setia menggunakan Pertamax demi menjaga performa mesin motornya,
kini terpaksa gigit jari melihat kenyataan harian di dompet digitalnya.
?“Penghasilan
jelas berkurang drastis. Jumlah orderan yang masuk sebenarnya sama, tapi
pengeluaran untuk bensin yang membengkak. Biasanya bisa kantongi bersih Rp200
ribu sehari, sekarang mentok di angka Rp150 ribu,” beber Virlana dengan nada
lesu.
?Ia
merinci, dalam sekali pengisian penuh (full tank), dirinya harus merogoh kocek
tambahan hingga Rp15.000 dibanding hari-hari biasa. Guna mengamankan sisa
pendapatan, Virlana terpaksa mengubah strategi kerja secara radikal: hanya
fokus mengambil orderan jarak pendek dan memperpanjang jam narik hingga larut
malam.
?Di
sisi lain, ia melihat belum ada tanda-tanda dari perusahaan aplikasi ojol untuk
menyesuaikan tarif menyusul naiknya harga BBM non-subsidi ini.
?“Harapan
kami satu-satunya ya aplikasi bisa segera menaikkan tarif. Kalau dibiarkan
begini, kami para driver yang boncos dan menanggung rugi sendirian,” katanya.
?Mengikuti
jejak rekan seprofesinya, Virlana akhirnya ikut mengibarkan bendera putih dan
beralih ke Pertalite. Realita di lapangan menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM
telah memaksa para pelaku industri transportasi dan logistik lokal untuk
menghitung ulang setiap rupiah yang keluar.
?“Kalau
dipaksakan tetap pakai Pertamax, hasil narik seharian habis cuma buat beli
bensin.
Makanya
sekarang beralih ke Pertalite biar antrean panjang di pom bensin menguras
waktu, atau kalau kepepet terpaksa beli eceran di pinggir jalan,” pungkasnya
menutup obrolan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back