Reporter: Dadan Supardan
1 Bulan lalu, Dibaca : 191 kali
JAKARTA, Medikomoline — Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) menyerap satu pesan kuat dari masyarakat: mereka merindukan polisi yang kembali mengayomi, bukan sekadar melindungi dan melayani. Kesimpulan itu mengemuka dalam diskusi FWK yang digelar di Kantor Biro Jakarta Harian Suara Merdeka, Rabu (8/10).
“Reformasi Polri yang dicanangkan Presiden Prabowo
Subianto sangat tepat. Sudah lebih dari 20 tahun sejak UU Polri lahir, kini
saatnya diperbarui sesuai perkembangan zaman,” ujar Koordinator FWK, Raja
Parlindungan Pane.
Dalam forum itu, sejumlah wartawan senior mengkritisi
perilaku aparat yang dinilai menjauh dari fungsi utamanya. Polisi dianggap tak
lagi fokus mengayomi rakyat, pelayanan sering disertai pamrih, dan perlindungan
kerap hanya slogan. Mereka menyinggung insiden demonstrasi Agustus lalu, ketika
seorang peserta tewas terlindas, dan beberapa mahasiswa serta aktivis malah
ditangkap saat menyuarakan aspirasi.
Pengamat kebijakan publik Agus Wahid sebagaimana
dikutip dari VOI.id, mengatakan, data Global Corruption Barometer (GCB)
Transparancy International menunjukkan lembaga kepolisian berada di urutan
kelima paling korup di Indonesia, dengan tren kenaikan mencapai 65 persen dalam
sepuluh tahun terakhir. “Perlakuan istimewa terhadap institusi ini justru
memunculkan keberanian melakukan penyalahgunaan wewenang, termasuk korupsi,”
ujarnya.
Koordinator Polkam FWK, Iqbal Irsyad yang juga Pemred
VOI, menegaskan, “Masyarakat merindukan polisi yang tulus mengayomi rakyat.
Tanpa pamrih. Tanpa kenal lelah.”
Sejak pemisahan Polri dari ABRI pada era Presiden
Megawati Soekarnoputri, publik sempat berharap reformasi membawa perubahan. UU
Nomor 2 Tahun 2002 memberi dasar bagi Polri untuk mandiri, profesional, dan
modern. Namun, di lapangan banyak ditemukan hal-hal yang merusak nama baik polisi.
FWK menilai, seperti dikatakan Raja Parlindungan Pane,
reformasi Polri harus mengembalikan ruh kepolisian sebagai pelindung rakyat,
bukan penguasa. Polisi seharusnya hadir sebagai penegak hukum yang humanis dan
menjadi sandaran terakhir masyarakat, bukan sumber ketakutan.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back