Penulis: Dadan Supardan
19 Jam lalu, Dibaca : 38 kali
JAKARTA – Persaingan kekuatan dunia tidak lagi hanya berlangsung di bidang ekonomi dan militer. Perebutan pengaruh kini juga terjadi melalui informasi yang disebarkan kepada masyarakat. Negara, perusahaan, hingga berbagai kelompok dapat menggunakan ruang digital untuk membentuk pandangan publik.
Gubernur Lembaga
Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily menyoroti perkembangan
tersebut dalam materi paparan Rapat Kerja Nasional Forum Wartawan Kebangsaan
(FWK) di Hotel Luminor, Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.
"Dunia saat
ini bukan hanya mengalami kompetisi ekonomi dan militer, tetapi juga kompetisi
narasi," kata Ace dalam paparannya.
Menurutnya,
negara, korporasi, kelompok masyarakat, dan berbagai pihak di luar negara kini
memiliki kemampuan memproduksi serta menyebarkan informasi melintasi batas
wilayah.
Persaingan ini
membuat persoalan informasi tidak lagi terbatas pada urusan pemberitaan.
Informasi juga berkaitan dengan geopolitik dan ketahanan nasional.
"Ruang
informasi menjadi salah satu arena strategis tempat kepentingan nasional
dipertarungkan," jelas Ace dalam paparannya.
Ace menempatkan
pers sebagai salah satu unsur penting dalam menghadapi perubahan itu. Informasi
yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya dinilai menjadi bagian dari daya
tahan bangsa.
Sebaliknya,
penyebaran informasi manipulatif berisiko memengaruhi cara masyarakat memandang
suatu persoalan.
Dalam paparannya,
Ace mengutip pemikiran Manuel Castells yang melihat media sebagai ruang
berlangsungnya strategi kekuasaan.
Pemikiran tersebut
menunjukkan bahwa kemampuan mengelola komunikasi publik juga berkaitan dengan
kekuatan suatu negara.
Ace turut
menekankan pentingnya memahami cara informasi diproduksi dan disebarkan.
Wartawan tidak cukup hanya membaca isi sebuah informasi, tetapi juga perlu
mengetahui asal-usul, jaringan penyebaran, serta kepentingan di baliknya.
Perkembangan
komunikasi digital memungkinkan suatu informasi tersebar luas dalam waktu
singkat. Namun, penyebaran yang cepat tidak selalu menjamin kebenaran isinya.
Karena itu, Ace
menekankan pentingnya memperkuat jurnalisme yang mengutamakan verifikasi.
"Dibutuhkan
penguatan jurnalisme berbasis verifikasi, bukan sekadar jurnalisme berbasis
kecepatan," ujarnya.
Dalam perspektif
Lemhannas, pers diharapkan mampu menjaga kualitas informasi, mengawal
demokrasi, serta membantu masyarakat memahami perkembangan nasional dan
internasional tanpa mengabaikan kepentingan bangsa.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back