Penulis: Fauzi
4 Jam lalu, Dibaca : 30 kali
BANDUNG BARAT, Medikomonline.com --Dalam rangkaian acara Hari Jadi Kabupaten Bandung Barat ke-19, DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar rapat paripurna Hari Jadi KBB ke-19 di Kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat, Jumat (19/6/2026).
Rapat paripurna merupakan rangkaian dalam acara Hari Jadi KBB ke-19 sekaligus menjadi momentum refleksi bersama atas perjalanan pemerintahan Bandung Barat selama 19 tahun , sekaligus membahas berbagai tantangan pembangunan ke depan yang harus dihadapai bersama antara eksekutif dan legislatif untuk mewujutkan cita cita pemekaran Bandung Barat sesuai dengan tujuan pemekaran KBB 19 tahun lalu.
Dalam sidang paripurna DPRD KBB yang juga dihadiri langsung Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Bupati Asep Ismail, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat M. Mahdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kapolres Cimahi, Dandim 0609 Cimahi, unsur Forkopimda, para tokoh pendiri Kabupaten Bandung Barat, mantan kepala daerah, komisioner KPU dan Bawaslu, pimpinan partai politik, para camat, kepala desa, serta tamu undangan yang hadir dalam.paripurna hari jadi KBB ke 19.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat M. Mahdi menyampaikan penghargaan kepada para tokoh pendiri yang telah memperjuangkan lahirnya Kabupaten Bandung Barat sebagai daerah otonom baru sesuai dengan Undang-Undang No 12 Tahun 2007 tentang Pemekaran dari Kabupaten Bandung di Jawa Barat.
Menurut Mahdi, dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Bandung Barat tidak lepas dari peran berbagai pihak baik eksekutif, legislatif dan peran masyarakat yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan Bandung Barat yang saat ini sudah berusia 19 tahun.
"Kami mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," lanjut Mahdi.
Ia mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi memenuhi harapan masyarakat dengan berbagai tantangan baru ke depan, kita akui bahwa kinerja eksekutif dan legislatif belum bisa mencapai harapan yang maksimal. Oleh karena itu mari kita bekerja sama untuk mewujudkannya bersama sama.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menjelaskan bahwa tema Milangkala ke-19 tahun ini adalah “19 Tahun Kabupaten Bandung Barat: Ngajaga Amanah, Ngewangun Raharja”.
Menurut Jeje, tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang berintegritas serta pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan capaian pembangunan tahun 2025, Kabupaten Bandung Barat mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,28 persen. Tingkat kemiskinan berada pada angka 9,87 persen, tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,60 persen, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 71,65 poin.
Di sektor infrastruktur, penanganan jalan kabupaten mencapai 36,858 kilometer yang berdampak pada meningkatnya kondisi jalan mantap hingga 78,80 persen.
Lanjut Jeje bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dan kita harus terus berkomitmen untuk mewujukan pembangaunan di KBB dan harus mau membuka ruang kritik dan masukan demi perbaikan pelayanan ke masyrakat .
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan tersebut. "Kami siap menerima kritik sebagai sepirit perbaikan, menerima masukan sebagai bahan evaluasi, dan menerima aspirasi masyarakat sebagai amanah yang wajib diperjuangkan,” tegas Jeje.
Sementra menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur melalui angka dan laporan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bandung Barat.
Menurut Erwan, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi besar untuk terus berkembang, terutama dari sektor pariwisata dan kekayaan alam yang dimiliki termasuk kawasan wisata Lembang yang menjadi salah satu destinasi unggulan Jawa Barat yang harus ditata dan dikelola secara maksimal.
Lanjut Erwan, mengingatkan dalam perencanaan pembangunan harus tetap menjaga pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Contohnya, peristiwa tanah longsor yang pernah terjadi di kawasan Cisarua sebagai pengingat bahwa pembangunan harus selalu memperhatikan daya dukung alam dan tata ruang.
Erwan mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung Barat agar memprioritaskan tiga aspek utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat dan responsif, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, serta penguatan mitigasi bencana guna melindungi masyarakat dari berbagai potensi risiko bencana di masa mendatang.
"Dalam rangka Milangkala ke-19 Kabupaten Bandung Barat diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan Bandung Barat yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan," ungkapnya.
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back