Loading

Viral, Anggota DPRD Depok Ketahuan Nyalain Rokok di Balai Kota KTR, Netizen Desak Minta Maaf Publik Depok


Penulis: Lucy
23 Jam lalu, Dibaca : 44 kali


Anggota DPRD Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, kedapatan nyalain rokok tepat di Balai Kota Depok saat acara HUT ke-27 Kota Depok

DEPOK, Medikomonline.com Video viral di YouTube TV Depok bikin heboh medsos: Anggota DPRD Depok dari Fraksi PKB, Siswanto, kedapatan nyalain rokok tepat di Balai Kota Depok saat acara HUT ke-27 Kota Depok, Senin (27/4/2026).

Lokasi itu kawasan tanpa rokok (KTR) berdasarkan Perda Kota Depok Nomor 2 Tahun 2020.Insiden ini bukan cuma trending topic warganet, tapi langsung jadi pengaduan masyarakat yang ditangani Badan Kehormatan Dewan (BKD). 

Siswanto dipanggil klarifikasi Kamis (30/4/2026). Ia bilang itu "kekhilafan sesaat" pasca-wawancara, spontan doang. "Saya mohon maaf khilaf dalam hitungan detik itu merokok di KTR. Terima kasih," katanya di video klarifikasi.

Tapi, publik kurang puas. Siswanto malah sindir pelapor: "Ada unsur tendensius, personality. Siap dikonfrontir, niatnya apa? Kalau baik, diapresiasi; kalau pembunuhan karakter, urusannya panjang." 

Netizen komentari pedas: pejabat kok arogan, padahal video bukti nyata nyebar luas. Ketua PWI Depok, Rusdy Nurdiansyah, desak Siswanto minta maaf terbuka lewat jumpa pers. "Ini pembelajaran buat pejabat publik. Konferensi pers jadi tanggung jawab moral. BKD harus umumkan hasilnya transparan," tegasnya. 

Rusdy juga minta Satgas KTR Dinkes Depok panggil Siswanto—seperti kasus 5 wartawan yang kena sanksi surat pernyataan bermaterai gara-gara merokok di taman Balai Kota.

Wakil Ketua PWI, Maulana Said, ingatkan: Balai Kota wajib jadi percontohan KTR, bareng RS, puskesmas, sekolah, dan tempat umum. "Hukum jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah. Pejabat harus teladani rakyat kecil, bukan PKL doang," kritiknya.

Kasus ini uji konsistensi penegak aturan kesehatan di Depok. BKD dan Satgas KTR diminta ambil langkah tegas agar tak jadi preseden buruk. (Lucy)

Tag : No Tag

Berita Terkait