Reporter: Ganda TB
1 Hari lalu, Dibaca : 44 kali
CIMAHI, Medikomonline.com - Call Center 112 Cimahi Campernik semakin menunjukkan perannya sebagai “penolong pertama” bagi warga saat situasi darurat. Layanan ini tak hanya merespons kondisi medis mendesak, tetapi juga berbagai kejadian lain seperti evakuasi hewan liar hingga penanganan pohon tumbang yang kerap terjadi saat cuaca buruk.
Menurut Penelaah
Teknis Kebijakan Bidang IKPS Diskominfo Cimahi, Adhy Rahadhyan, laporan yang
masuk didominasi kebutuhan yang benar-benar mendesak, terutama permintaan
ambulans dan bantuan tenaga medis. Di sisi lain, tim juga sering menerima
laporan terkait tugas pemadam kebakaran, mulai dari evakuasi sarang tawon
hingga kemunculan hewan liar di permukiman warga.
Setiap laporan
yang masuk langsung ditindaklanjuti melalui sistem yang sudah terhubung dengan
berbagai instansi. Operator akan mencatat detail kejadian, lalu meneruskannya
ke dinas terkait agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Proses ini
juga dilengkapi dengan pemantauan lanjutan untuk memastikan laporan benar-benar
ditangani di lapangan.
Menariknya,
layanan ini juga melibatkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) untuk membantu
memastikan kebenaran laporan di wilayah masing-masing. Cara ini cukup efektif,
terutama untuk menyaring informasi yang belum jelas sekaligus mempercepat
respons di lapangan.
"Kota Cimahi
menjadi salah satu pelopor untuk memberdayakan komunitas informasi masyarakat
dalam pengelolaan nomor panggilan tunggal kegawatdaruratan ini,"
ungkapnya.
Meski begitu,
tantangan masih ada. Salah satunya adalah tingginya panggilan iseng yang justru
bisa menghambat penanganan kondisi darurat. Sepanjang 2025, tercatat lebih dari
3.500 panggilan tidak valid masuk ke layanan ini.
Dalam sebulan,
jumlahnya bisa mencapai ratusan panggilan, yang sebagian besar berasal dari
anak-anak atau pengguna yang belum memahami fungsi layanan darurat.
Kemudahan akses
melalui fitur panggilan darurat di ponsel, bahkan saat layar terkunci, menjadi
salah satu penyebabnya. Tak jarang, operator juga menerima telepon di luar
konteks darurat, seperti menanyakan cara membuka kunci ponsel.
Untuk
mengantisipasi hal tersebut, sistem 112 kini dilengkapi dengan peringatan
otomatis agar masyarakat tidak menyalahgunakan layanan. Namun pada akhirnya,
kesadaran pengguna tetap menjadi faktor utama.
Dengan layanan
yang siaga 24 jam, Call Center 112 Cimahi sejatinya sudah menjadi andalan warga
saat kondisi genting. Tinggal bagaimana masyarakat ikut menggunakan layanan ini
secara bijak, agar bantuan benar-benar bisa sampai tepat waktu kepada mereka yang
membutuhkan.(Ganda Tb)
Tag : No Tag
Berita Terkait
Rehat
Tajuk
Memahami Pemikiran Jenderal Dudung Abdurachman
PERLUNYA MENGUBAH CARA PANDANG PEDAGANG DI LOKASI WISAT...
Berita Populer
Arief Putra Musisi Anyar Indonesia
Ketua Umum GRIB H Hercules Rozario Marshal, Saya Bagian Dari Masyarakat Indramayu
Project Fly High Terinspirasi dari Pengalaman Hidup Dr Joe dan Tamak
Dari Kegiatan Aksi Sosial, Hercules Kukuhkan Ketua DPC GRIB JAYA Se-Jawa Barat
Chief Mate Syaiful Rohmaan
SAU7ANA
GMBI Kawal Kasus Dugaan Penipuan PT. Rifan Financindo Berjangka di PN Bandung
Indramayu Diguncang Gempa Magnitudo 4.4, Kedalaman 280 Kilometer
Ivan Lahardika Arranger dan Komposer Indonesia
SAU7ANA Come Back